Kasus lumpur Lapindo buat elektabilitas Ical mandek
Merdeka.com - Survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) melihat elektabilitas capres Aburizal Bakrie (ARB) mande. Mandeknya elektabilitas ARB salah satunya disebabkan pemberitaan lumpur Lapindo.
"Proses di Lapindo, masyarakat belum menerima kasus Lapindo tersebut. Hasil responden ada persoalan di kasus Lapindo, ketika dengar nama ARB dibenak masyarakat kasus Lapindo. Ini juga salah satu penyebabnya," ujar Ceo Lembaga Klimatologi Politik (LKP) Usman Rachman di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (17/13).
Dari hasil survei LKP, masalah ARB cukup besar dengan persentase 34,9 persen. Menyikapi hal tersebut membuat internal partai Golkar harus mengevaluasi pencapresan ARB atau mencari capres internal Golkar.
"Ketika mendengar nama ARB ternyata lebih dikenal sebagai pengusaha nasional dan capres Golkar ketimbang sebagai ketua umum Golkar. Sehingga banyak dong simpatisan partai Golkar sendiri tidak memilih capres ARB," kata Usman
Jika pencapresan ARB dipaksakan, terdapat beberapa hal salah satunya yaitu konsolidasi penuh secara vertikal dan horizontal di internal Partai Golkar.
"Sangat harus ada evaluasi mendalam untuk pencapresan ARB. Kalau boleh jujur Ical sulit dikarenakan bukan tokoh nasional," tandasnya.
Laporan: Sukma Alam
Baca Juga:
Survei LKP: Masyarakat nilai Ical bukan tokoh nasional
Demokrat: Golkar tak beretika jika duetkan Ical & Pakde Karwo
Panas dingin hubungan Akbar dan Ical
Akbar Tanjung melunak soal evaluasi pencapresan Ical
(mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya