Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus korupsi menumpuk, Abraham disarankan tak tergiur cawapres

Kasus korupsi menumpuk, Abraham disarankan tak tergiur cawapres abraham samad. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Abraham Samad , disebut-sebut kandidat kuat cawapres Joko Widodo ( Jokowi ) di Pilpres 9 Juli nanti. Menanggapi isu itu, pengamat politik dari LIPI, Sito Zuhro, menyarankan, lebih baik Abraham konsisten dan fokus dalam pemberantasan korupsi sebagai ketua KPK dibandingkan harus tergiur dalam ambisi politik sebagai cawapres.

"Samad belum selesai mengemban tugasnya sebagai ketua KPK . Posisi dan fungsinya diperlukan dalam keadaan negara menghadapi bencana korupsi dahsyat saat ini," ujar, Siti Zuhro, saat dihubungi, Jakarta, Senin (12/5).

Zuhro menegaskan, korupsi di Indonesia sudah sampai tingkatan yang paling akut dan menjamur di semua lini. Kepercayaan publik terhadap KPK harus tetap dijaga akan integritas dan independensinya.

"Kalau yang bersangkutan (Samad) sampai lompat dari posisinya saat ini dan kemudian mencawapreskan diri, hal ini akan memberikan contoh kurang positif," jelas Zuhro.

"Tentang tawaran cawapres partai ke Samad, mestinya direspons jelas oleh yang bersangkutan. Sehingga tidak memberi kesan membuka peluang," tutupnya.

Selain Zuhro, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Zulkarnain, melontarkan pernyataan memperingatkan sejawatnya, Abraham Samad . Dia meminta koleganya itu supaya tidak tergiur politik dan lupa pada komitmen pemberantasan korupsi.

Zulkarnain mengatakan, memang dalam undang-undang tidak melarang pimpinan KPK terjun ke dunia politik. Tetapi, lanjut dia, jika hal itu dilakukan maka bisa menjadi contoh buruk.

"Kita jangan terpaku sama undang-undang saja. Kontrak kita kan sudah jelas, pemberantasan korupsi," kata Zulkarnain sebelumnya di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Zulkarnain mengingatkan Samad supaya jangan coba-coba mencicipi dunia politik. Sebab, lanjut dia, pekerjaan terkait pemberantasan korupsi juga masih menumpuk.

"Ya jelas dong. Korupsi kan masih banyak. Masih banyak kerjaan kok. Apalagi Pak Busyro ( Busyro Muqoddas ) mau berakhir tahun ini," ujar Zulkarnain. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP