Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasih jabatan kubu Agung Laksono, siasat Ical tak jadi gelar munas

Kasih jabatan kubu Agung Laksono, siasat Ical tak jadi gelar munas Islah Golkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Golkar hasil munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) diyakini tak akan menggelar munas rekonsiliasi pasca keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA). Sebagai gantinya, Ical dikabarkan telah memasukkan 99 pengurus Golkar kubu Agung Laksono dan akan didaftarkan ke Kemenkum HAM untuk disahkan.

Politikus Golkar Leo Nababan mendengar ada upaya penggabungan hasil munas Bali dan Ancol. Dengan demikian, munas rekonsiliasi tak jadi digelar.

"Saya mendengar, mereka ajukan ke Menkum HAM, artinya enggak komitmen (gelar munas rekonsiliasi). Saya memang sudah yakin ini munas tidak ada, karena ini hanya main-main, mengingkari komitmen yang sudah ada," jelas Leo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/3).

Leo mengaku bakal menolak meski diberikan jabatan di kepengurusan Ical. Menurut dia, Ical sudah tak lagi layak menjadi pemimpin Golkar.

"Kami tidak dilibatkan di situ, tidak ada. Kalau kita kan harus konsekuen, kalau mau main ya munasnya dilaksanakan, bukan buat aneh-aneh, yang baru-baru," jelas dia.

"Itu tidak bisa suka-suka dia, harus ditanya dulu orang, Pak Agung sudah protes," imbuhnya.

Leo meyakini Menkum HAM Yasonna Laoly tidak akan mengesahkan SK kepengurusan gabungan yang kan didaftarkan oleh Ical. Menurut dia, harusnya Ical menggelar munas agar tak ada lagi konflik di tubuh Golkar.

"Saya yakin Menkum HAM tidak akan keluarkan SK itu. Sudah ada SK perpanjangan munas Riau, untuk apalagi minta SK," jelas dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP