Kaos Bergambar Jokowi Dibakar, TKD Jatim Makin Tertantang Kuasai Madura
Merdeka.com - Video pembakaran spanduk dan kaos bergambar Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin beredar di media sosial (Medsos), Youtube dan Grup WhatsApp, sejak Rabu (27/2) pagi. Diduga, peristiwa itu terjadi di Monumen Trunojoyo, Sampang, Madura.
Sebelum melakukan pembakaran, dalam video tersebut, sejumlah pemuda terlihat menyobek spanduk dan kaos bergambar Capres-Cawapres 01 di tengah jalan. Mereka juga berteriak-terikan memaki Capres petahana tersebut.
Terkait peristiwa ini, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf untuk wilayah Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin justru mengaku, pihaknya makin tertantang untuk menguasai empat kabupaten di Madura, yang pada Pilpres 2014 silam memenangkan Prabowo Subianto.
"Kami tidak takut dengan aksi-aksi provokasi. Justru malah semangat untuk membalik keadaan di Madura. Kami tidak akan ikut cara-cara kekerasan seperti itu," tegas Machfud dikonfirmasi wartawan di Surabaya.
Selain itu, Machfud menegaskan, pihaknya akan segera mengambil tindakan melalui jalur hukum. "Tim sedang melihat opsi-opsi jalur hukumnya," tegasnya.
Namun, mantan Kapolda Jawa Timur ini tetap mengimbau kepada seluruh pendukung Paslon 01 di Pulau Garam -julukan Pulau Madura- untuk tidak terpancing dan melakukan pembalasan.
Menurutnya, aksi anarkis sejumlah pemuda ini merupakan reaksi atas beralihnya sejumlah dukungan dari Prabowo ke Jokowi di Madura, yang selama ini menjadi basis Capres 02 tersebut.
Karena berdasarkan pemetaan TKD Jawa Timur, klaim Machfud, banyak masyarakat di Madura yang beralih mendukung Jokowi-Ma’ruf, khususnya di Bangkalan dan Sampang.
"Kemudian mulai menjalar ke Pamekasan dan Sumenep. Potensi suara Prabowo bakal tergerus besar-besaran, akhirnya muncul aksi anarkis itu. Ada semacam ketakutan kalah, lalu membuat tindakan yang menakuti," tandasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya