Kampanye pakai spanduk bisa raup suara dari kalangan bawah
Merdeka.com - Gencarnya iklan partai politik di stasiun televisi atau digelarnya forum diskusi yang memaparkan program nampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap minat masyarakat memilih partai itu. Menurut jajak pendapat lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), bagi kalangan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, justru meriahnya alat peraga kampanye macam baliho, spanduk, umbul-umbul, kaos, stiker, dan lainnya malah menarik minat mereka buat memilih partai itu.
Menurut peneliti SMRC, Djayadi Hanan, fenomena itu hanya tepat buat menggambarkan pola komunikasi politik partai dengan masyarakat pemilih dengan tingkat pendidikan rendah dan bermukim di desa. Dia melanjutkan, pemilih dari kalangan itu lebih senang mengidentifikasi partai lewat alat peraga kampanye, ketimbang membedah visi-misi dan program partai dalam forum diskusi.
"Mereka lebih suka memilah partai pilihan mereka dengan spanduk dan baliho. Untuk membedakan program agak sulit buat mereka karena tingkat pendidikan itu tadi," kata Djayadi dalam konferensi pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (9/3).
Menurut penelitian dilakukan Djayadi, empat partai teratas yang digemari pemilih di daerah pedesaan dan perkampungan karena alat peraga kampanye yang meriah adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Meski demikian, dia mewanti sebenarnya hal ini harus diwaspadai.
"Pemilu kita hanya soal mobilisasi dengan atribut. Yang rentan dengan cara itu adalah pemilih di lapisan bawah," ujar Djayadi. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya