Kampanye di PIK, Sandiaga ditodong investor soal reklamasi
Merdeka.com - Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno hari ini menemui tokoh masyarakat Penjaringan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (19/3). Selain tokoh masyarakat hadir pula sejumlah investor pulau reklamasi.
Dalam pertemuan tersebut paslon nomor urut 3 membahas tentang reklamasi pulau di teluk Jakarta yang tengah dihentikan Pemerintah. Herman, salah satu investor di pulau reklamasi mengeluhkan ketidakpastian masalah tersebut kepada Sandiaga.
Herman mengaku telah berinvestasi ruko-ruko sekaligus penciptaan lapangan kerja baru. Dia pun meminta solusi yang bisa ditawarkan Sandiaga untuk masalahnya tersebut.
"Selanjutnya kalau bapak jadi wakil gubernur, menurut pandangan bapak mau diapakan?" tanya Herman kepada Sandiaga di Jakarta, Minggu (19/3).
Mendapat pertanyaan itu, Sandiaga pun mengatakan permasalahan reklamasi saat ini berjalan tertutup dan tidak berkeadilan. Tak hanya itu, reklamasi juga bukan sepenuhnya salah Gubernur petahana Basuki T Purnama alias Ahok.
"Selama ini (reklamasi) bukan salah Pak Basuki, tapi bertahun-tahun sebelumnya. Yang terjadi sekarang ini adalah akumulasi kesalahan," kata Sandiaga.
Sandiaga pun mengaku prihatin kepada para investor yang telah mengeluarkan uang untuk berinvestasi di pulau reklamasi. Sebab mereka hanya tahu pembangunan pulau-pulau di teluk Jakarta sudah sesuai dengan aturan.
"Mereka selama ini kan lakukan pembangunan merasa peraturan sudah benar. Tapi ternyata enggak benar, dibatalkan PTUN," ujar Sandiaga.
Politikus Partai Gerindra ini pun menawarkan konsep yang mencoba mengabadikan solusi. Sebab bila tak ditangani hanya akan menghasilkan ketidakpastian.
"Nah ada metodenya, kemarin sudah bicara ahli hukum dan ada tim transisi yang ditunjuk. Pokoknya yang sudah beli enggak boleh rugi, kan pedagang harus cuan (untung), kalau enggak cuan kan repot. Kalau udah inves enggak mau rugi, kalau status quo kan mati," ujarnya.
Di hadapan para investor pun Sandiaga mengatakan semua pihak tak boleh dirugikan, baik itu investor, pengembang maupun Pemerintah. Caranya kata dia lewat mediasi untuk menghasilkan solusi yang berkeadilan.
"Pokoknya kita cari solusinya, memang enggak ideal, tapi landing dulu. Pandangan kami bertolak belakang dengan Pak Basuki, kalau Pak Basuki memaksakan. Kalau memaksakan menurut saya akan semakin panjang ketidakpastian, lebih baik duduk cari solusi," tutup Sandiaga.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya