Kampanye di Pasar Minggu, Djarot curhat kesal 4 kali didemo
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sempat mencurahkan hatinya kepada masyarakat di Gang Kancil, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, Djarot menuturkan, di dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak boleh ada intimidasi, pemaksaan kehendak atau saling menakuti.
"Suarakan betul itu nanti, jangan sekarang, nanti di TPS," ujar Djarot di hadapan warga, Gang Kancil, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).
Tidak lupa, mantan Wali Kota Blitar tersebut mengungkapkan kekesalannya dalam Pilkada. Sebab, dirinya sering menghadapi penolakan warga pada waktu kampanye.
"Makanya mohon maaf jengkel juga berapa kali diadang, pertama kali masih sabar di Kalibaru, kedua masih sabar di Kembangan, ketiga di Karanganyar masih sabar juga, tadi di Bangka diadang juga, tapi warga Bangka marah, yang usir warga Bangka sendiri," lanjutnya.

Warga bubarkan pendemo Djarot ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Djarot mengaku, bahwa dirinya telah berusaha untuk sabar. Namun, menurutnya sabar seseorang juga ada batasnya. Ia selalu mengingatkan diri sendiri bahwa dirinya ikhlas dan melakukan kampanye dengan baik.
"Jadi di Bangka alhamdulillah, Jakarta sudah enggak kebanjiran tapi Basuki-Djarot kebanjiran dukungan dan suara," tutur Djarot.

Warga bubarkan pendemo Djarot ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Pantauan merdeka.com, saat blusukan di Gang Kancil, Djarot didampingi banyak relawan dari Posraya (Posko Relawan Rakyat) dengan memakai kemeja berwarna putih. Para petugas tersebut ditugasi untuk membagikan brosur berisi pencapaian Ahok-Djarot.
"Ini sampaikan ke warga, 'saya dari tim kampanye Basuki-Djarot mau titip ini, kalau punya waktu tolong dibaca, tolong nikmati pembangunan yang sekarang sudah baik, mohon doa restu lima tahun ke depan supaya Jakarta lebih baik', biar orang bilang 'wow ini baru Jakarta'," tandas Djarot.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya