Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kalah di survei, Ahok mulai goyah di jalur independen?

Kalah di survei, Ahok mulai goyah di jalur independen? ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang orang yang paling populer untuk mencalonkan diri (kembali) sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, ternyata popularitas itu tidak sejalan dengan kesukaan publik terhadap Ahok.

Menurut survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), untuk tingkat kesukaan, Ahok justru berada di posisi ketiga di bawah Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil.

"Peringkat pertama Risma 85,54 persen, kedua Ridwan Kamil 85,02 persen, dan peringkat ketiga Ahok 71,39 persen," kata Peneliti CSIS Arya Fernandes di kantornya, Jakarta, Senin (25/1).

Ahok selama ini diketahui berniat mencalonkan diri dari jalur independen. Lewat dukungan Teman Ahok yang giat mengumpulkan KTP warga DKI, mantan Bupati Belitung Timur itu menargetkan satu juta KTP sampai Mei 2016, sebagai syarat deklarasi maju Pilgub DKI 2017.

Target itu menjadi tantangan buat Teman Ahok. Sebab, per tanggal 25 Januari 2016, jumlah dukungan yang berhasil dihimpun oleh baru sekitar 630 ribu.

"Mereka (Teman Ahok) sanggup capai satu juta (KTP), dan mereka juga berharap saya tetap independen," ujar Ahok usai bertemu dengan Teman Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (25/1) malam.

Meski memasang target kepada Teman Ahok, Ahok tidak begitu saja meninggalkan jalur partai politik. Selama ini dia dikenal dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Ahok bahkan hadir dalam sejumlah acara partai nasionalis itu, misalnya Rakernas I PDI Perjuangan di Kemayoran, Jakarta Pusat 10 Januari lalu.Sebaliknya, Megawati juga ikut menghadiri pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI pada November 2014 silam.

Setelah survei CSIS muncul, Ahok seakan mulai memberi sinyal akan menggandeng Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017.

Berduet dengan Djarot, jika itu benar terjadi, berarti berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Sebab, Djarot, yang sekarang menjabat Wagub DKI, adalah kader partai besutan Megawati tersebut.

"Ya sama Djarot (Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat) sama oke," kata Ahok kemarin.

Mantan politikus Gerindra itu mengaku, kerja samanya dengan Djarot sudah berjalan baik. Hal itu telah dibuktikan dengan kinerja keduanya selama satu tahun belakang ini.

Ahok mengatakan selain dengan PDIP, dia mengaku menjalin hubungan dengan sejumlah partai, di antaranya Hanura, Nasdem, PAN, dan PKB. Tidak hanya menjalin hubungan, Ahok juga mengaku didukung sejumlah ketua umum partai tersebut.

"NasDem, Hanura mereka dukung. PAN juga ketemuan ketua umumnya dukung," ujarnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP