Kader muda Golkar minta Setya Novanto legowo mundur
Merdeka.com - Generasi Muda Partai Golkar menilai skandal pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) telah merugikan partai. Oleh karena itu, kader muda partai beringin itu meminta Setnov untuk legowo mengundurkan diri.
"Kami meminta saudara Setya Novanto untuk legowo mundur dari jabatannya bagi bangsa ini ke depan," kata Juru Bicara Muda Partai Golkar, Andi Sinulingga.
Hal itu dikatakan Andi dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/12). Konferensi pers dihadiri sejumlah kader muda Golkar, baik dari kubu Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono.
"Saudara Setya Novanto bisa mencontoh teladan yang diberikan oleh Ketua DPR Australia, Bronwyn Bishop yang mengundurkan diri setelah tiga Minggu publik Australia menyatakan kekecewaannya atas Bronwyn Bishop yang menggunakan uang negara menyewa helikopter untuk mengunjungi kegiatan Partai Liberal," ujarnya.
Andi mengatakan, sebagai generasi Muda Partai yang menjunjung tinggi paradigma baru Partai Golkar, yang sejalan dengan kehendak semangat reformasi, di mana korupsi kolusi dan nepotisme harus terus dilawan, "Maka kami menyatakan malu atas perilaku kader Golkar, saudara Setya Novanto yang secara nyata telah melakukan pelanggaran serius atas sumpah jabatannya sebagai Ketua DPR."
Dia menjelaskan, setelah mendengar dengan seksama hasil rekaman pembicaraan Setya Novanto dengan Direktur utama Freeport dan pengusaha yang bernama Riza Chalid dan menyaksikan perjalanan sidang MKD, "Maka kami menyimpulkan bahwa secara nyata bahwa saudara Setya Novanto telah bersalah melanggar etika jabatan, melakukan perbuatan yang tidak terpuji dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR, pejabat tinggi negara."
Selain itu, lanjut Andi, pihaknya juga meminta kepada pimpinan partai Golkar untuk mengambil tindakan tegas terhadap perilaku kader Golkar bernama Setya Novanto.
"Sekaligus menunjukkan kepada rakyat bahwa suara Golkar adalah suara rakyat dan partai Golkar adalah partai yang penjunjung tinggi etika, kepatutan dan kehormatan bagi setiap pejabat negara di negeri ini," ujarnya.
Para kader muda Golkar juga mendesak MKD untuk membuka mata hati, dengan memberikan sanksi berat atas pelanggaran etika yang telah dilakukan oleh saudara Setya Novanto. Hal ini mengingat pelanggaran etika yang dilakukan Setya Novanto ini bukanlah yang pertama kali.
"Meminta aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas apakah kasus tersebut telah terdapat pelanggaran hukum yang menjurus pada tindakan pidana korupsi yang berpotensi untuk merugikan negara," imbuhnya.
"Kami mengharapkan pemahaman publik bahwa, apa yang dilakukan saudara Setya Novanto tersebut, adalah semata-mata merupakan tindakan pribadi dan bukan merupakan representasi dari partai Golkar, sehingga kekecewaan publik terhadap Setya Novanto sejatinya tidaklah juga dialamatkan kepada partai Golkar," ujarnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya