Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kabinet gaduh, Fadli Zon pertanyakan basic leadership Jokowi

Kabinet gaduh, Fadli Zon pertanyakan basic leadership Jokowi fadli zon. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sengaja dimasukkan dalam kabinet agar bertindak vokal. Maka dari itu dia tak heran berujung seteru dengan Menteri ESDM Sudirman Said terkait rencana pembangunan kilang gas abadi di Lapangan Gas Abadi Blok Masela.

Perdebatan tersebut menyoal pembangunan kilang lepas pantai atau offshore, sementara Rizal Ramli mendukung pembangunan di darat atau onshore. Menanggapi hal tersebut menurut Fadli justru memunculkan kultur yang buruk di pemerintahan.

"Tapi memang ada menteri yang saya kira seperti itu membuat suatu kegaduhan beberapa kali yang lalu juga, saya nggak tau apa maksudnya seperti itu. Apakah ini disengaja oleh presiden saya tidak tahu. Tapi kalau itupun disengaja, saya kira strategi yang salah. Karena ini memberi sinyal yang buruk bagi investor, calon investor, para pengusaha. Karena mereka akan menganggap bahwa pemerintahan ini tidak jelas," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/3).

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, salah satu masalahnya ialah basic leadership Presiden Jokowi yang tergolong lemah. Padahal menurutnya masalah ini bisa diselesaikan dengan simpel.

"Leadership itu nggak ada sekolahannya. Itu dari suatu proses. Ini kejadian bukan sekali, berulang dan bisa terjadi ulang lagi. Saya kira ini masalah leadership saja kok, bagaimana melakukan suatu manajemen terhadap kabinet yang saya kira sangat simpel," tuturnya.

Fadli berujar, dalam rapat internal kabinet bisa dipertegas tugas masing-masing kementerian. Selain itu perlu juga dijelaskan bahwa menteri hanyalah pembantu presiden yang berfungsi untuk melakukan kerja teknis.

"Ini saya kira bukan orang-per orang, ini masalah satu kesatuan kabinet dalam mengambil policy terhadap Blok Masela dan hal-hal yang bersifat teknis. Jadi seharusnya satu suaralah dalam hal itu. Kalau belum satu suara nggak usah bicara dipublik," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP