Jubir BPN: Hasil Survei Internal, Prabowo Sudah Lewati Jokowi
Merdeka.com - Hasil terbaru survei PolMark Indonesia menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf 40,4 persen dan Prabowo-Sandi mendapat 25,8 persen. Namun jumlah angka undecided voters di survei tersebut masih tinggi sebesar 33,8 persen.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak makin percaya diri Prabowo-Sandi bisa menyalip. Dia akan menujukkan ke publik hasil survei internal paslon nomor urut 02 dalam waktu dekat.
"Survei internal kita menunjukkan justru sudah crossing, bahkan kita meninggalkan Jokowi, survei Januari lalu, perhatikan survei morgan itu sudah terbalik, kami lebih tinggi, kami berani sebut begitu dalam waktu dekat akan kami publish," kata Dahnil di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).
Menurutnya, undecided voters dalam survei Polmark yang cenderung tinggi menunjukkan masyarakat yang belum memutuskan memilih tidak percaya dengan petahana. Pasalnya, jika petahana berprestasi, angka undecided voters pasti rendah.
"Karena tinggi mereka menunggu apa yang ditawarkan oleh penantang dan kecenderungan tafsir statistik sebut undecided voters cenderung lebih memilih penantang, trennya begitu, lihat saja," ucap Dahnil.
Eks Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu menambahkan, elektabilitas yang dimiliki Jokowi-Ma'ruf belum aman. Dahnil sangat optimis Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres 2019.
"Petahana aman kalau 60 persen ke atas, Pak Jokowi sedikit sekali survei, ya survei lucu-lucuan itu yang di atas 50 persen, kalau 40 persen petahana akan kalah. Bukan masih optimis, tapi sangat optimis (Prabowo-Sandi menang)," pungkasnya.
Sebelumnya, Founder dan CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah memaparkan hasil surveinya yang digelar bulan Oktober 2018 hingga Februari 2019. Agregat elektabilitas Capres-Cawapres di 73 Dapil se-Indonesia tak ada yang tembus 50 persen.
Capres dan Cawapres nomor urut 01,Jokowi-Maruf misalnya, meski berstatus incumbent, elektabilitasnya hanya 40,4 persen. Sementara Paslon 02, Prabowo-Sandi mencapai 25,8 persen. Dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan pilihan sebanyak 33,8 persen.
Survei PolMark Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dan memiliki margin of error sekitar 4,8 persen di 72 Dapil, dan untuk satu Dapil di Jabar III sekitar 3,4 persen.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya