Jokowi Salah Data di Debat, Fadli Zon Bilang 'Bukan Meleset Tapi Bohong'
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, tidak wajar jika capres petahana nomor urut 01 Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan data yang keliru pada debat capres 17 Februari lalu. Sebab, kata dia, angka yang disebutkan Jokowi meleset jauh dari angka yang sebenarnya.
"Saya kira tidak wajar, misalnya impor jagung, 180 ribu, padahal 700-an ribu, itu meleset berapa ratus persen. Itu bukan meleset, itu namanya bohong," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).
"Kalau meleset itu kalau orang meleset itu ada air sedikit itu kepeleset. Kalau ini bukan, ini kebohongan," sambungnya.
Fadli menilai, kesalahan penyebutan data ini bisa saja dijadikan data pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena kesalahan data tersebut akan membuat kesalahpahaman di masyarakat.
"Sebenarnya bisa (dilaporkan ke Bawaslu), karena ini kesalahan data yang diungkap pada publik ini kan missleading. Dan yang missleading ini bahaya, artinya menipu rakyat. Maka harus ada tindakan. Kalau meleset boleh, kemudian orang minta maaf," ungkapnya.
Bukan cuma soal impor jagung, Jokowi juga sempat menyebut tak ada kebakaran hutan tiga tahun terakhir. Namun, ucapan itu sudah diralat Jokowi keesokan harinya. Jokowi bilang kebakaran hutan menurun, bukan tidak ada.
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf membela capres Joko Widodo yang dinilai menggunakan data yang salah. Wakil Direktur Saksi TKN Achmad Baidowi mengatakan, salah sebut adalah hal yang biasa.
Apalagi dalam debat kedua ditekankan tidak membawa sontekan. Karena itu penggunaan catatan diminimalisir, meski sebetulnya diperbolehkan.
"Ya karena semalam sifatnya bukan hafalan begitu," kata politisi PPP itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/2).
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya