Jokowi presiden, warga Solo dilarang konvoi
Merdeka.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) melarang warganya untuk menggelar konvoi kendaraan bermotor, merayakan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden ke-7 Republik Indonesia (RI).
Larangan tersebut juga berlaku untuk simpatisan dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Bengawan, karena Rudy saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC setempat.
"Kami sudah instruksikan kepada seluruh kader dan warga Solo agar tidak melakukan konvoi. Kita merayakan sederhana saja, di rumah masing-masing," ujar Rudy saat ditemui wartawan di Solo, Senin (20/10).
Ia meminta agar masyarakat menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden secara sederhana dan tidak berlebihan. Rudy beralasan bahwa konvoi kendaraan akan mengganggu kenyamanan masyarakat dan bisa mencoreng citra partai serta pemimpin yang didukung.
"Saya hari ini cuti dan tidak berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan agar bias memantau kondisi di Solo. Kalau masyarakat ada yang nekat konvoi kita serahkan ke polisi agar ditindak," katanya.
Rudy mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak massa yang nekad melakukan konvoi kendaraan bermotor. Lantaran telah melanggar aturan lalu lintas. Dia berjanji bahwa pengurus partai juga akan berupaya keras untuk menghindari adanya konvoi kendaraan.
"PDIP Solo tidak menggelar acara secara besar-besaran. Kami hanya menyelenggarakan nonton bareng di kantor DPC saja," ujarnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya