Jokowi: Penguatan KPK untuk atasi yang bocor, bocor dan bocor
Merdeka.com - Calon presiden Joko Widodo sempat berbicara dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad usai melaporkan harta kekayaannya. Mereka berdua membicarakan mengenai visi misinya untuk memperkuat KPK.
"Ya tentu penguatan itu untuk mengatasi yang bocor, yang bocor, bocor itu," ungkapnya didampingi Abraham Samad di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/6).
Jokowi menambahkan, penguatan dilakukan dengan memperbanyak penyidik KPK, agar tidak timpang dengan banyaknya kasus yang masuk. Jokowi berjanji akan menambah anggaran untuk KPK.
"Memperbanyak penyidik yang ada. Saya kira perlu ribuan. Agar kekuatan KPK sebagai sebuah institusi yang kuat. Apa lagi KPK perlu diperkuat anggaran perlu ditambah. Kalau ekonomi bagus sampai meloncat perkiraan bisa sepuluh kali," kata Jokowi.
Jokowi mengaku sangat menghargai proses yang dilakukan KPK kepada setiap pasangan calon presiden. Dia mengaku tidak terlalu canggung dalam pemeriksaan kali ini. Pasalnya saat pemilihan wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga melaporkan hartanya ke KPK.
"Pemeriksaan baik aset bergerak dan tidak bergerak. Saya tidak sekali ini diperiksa, karena 2005, 2010 dan 2012 ditanyai dan semuanya ditanyakan. Ini hanya kembali dari yang dulu sampai sekarang dari yang dulu. Ditanyai yang baru berapa? Yang lepas berapa?," ungkap Jokowi.
Dia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan sangat mendetail. Mulai dari asal kepemilikan aset dan asalnya. Jokowi mengungkapkan, laporan hasil pemeriksaan KPK akan dibuka di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 1 Juli mendatang.
"Penambahannya berapa? Aset ada? Pengurangannya ada? Nanti secara detail akan disampaikan pada 1 juli di KPU. Semuanya. Kita beli sesuatu uangnya darimana? Ada yg beli aset sesuatu, misalnya dari menjual aset yang lain. Harta kecil sepeda motor aja diurus. Rekening diurus juga. 3,5 jam ya yang perlu diklarifikasi," tutupnya.
Sebelumnya, Jokowi mendatangi KPK hari ini. Tujuannya guna mengklarifikasi harta kekayaan sebagai syarat mengikuti ajang pemilihan presiden. Dia mendatangi KPK sekitar pukul 09.00 WIB mengenakan batik hitam dengan motif cokelat dan celana bahan hitam. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya