Jokowi ingat reshuffle, PKB buru-buru serang 3 menteri ini
Merdeka.com - Dalam peringatan tiga tahun meninggalnya mantan Ketua MPR Muhammad Taufiq Kiemassecara tiba-tiba Presiden Jokowi mengaku teringat akan reshuffle kabinet.
Hal ini bermula ketika Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj yang memberi tausiyah menanyakan jumlah menteri yang ada di dalam Kabinet Kerja yang berasal dari Nahdlatul Ulama (NU).
Jokowi lantas menjawab ada enam orang menteri yang dari NU.Dan enam menteri tersebut adalah kader PKB.
Tak ingin pos kementeriannya diutak-atik atau diganti, PKB langsung buru-buru bermanuver. Melalui Wakil Ketua Fraksi PKB DPR, Maman Imanulhaq menilai dalam waktu dekat reshuffle jilid II Kabinet KerjaJokowi-JK perlu diwujudkan. Sebab jika perombakan kabinet tersebut hanya menjadi isu, justru akan membuat kinerja menteri turun.
"Saya rasa berkali-kali pak presiden mengungkapkan perlunya reshuffle. Perlu segera, karena isu reshuffle oleh presiden membuat beberapa menteri tidak nyaman dan tidak optimal dalam bekerja," kata Maman saat dihubungi, Kamis (9/6).
Menurut Maman, ada 3 kementerian yang dianggapnya pantas mendapatkan jatah perombakan. Pertama Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinilai menjadi biang permasalahan pasokan daging menjadi langka.
"Soal masalah daging yang tidak bisa terpenuhi. Beberapa kementerian yang berhubungan dengan daging yang perlu direshuffle," tuturnya.
Selain itu sejauh ini menurut Maman, ada ketidaksesuaian kerja antar kementerian. "Misalnya Mentan, Pak Amran berkali-kali membicarakan soal harga daging, bukannya itu kewenangan Mendag? Kan harus menjamin ketersediaan, tapi tidak bisa memenuhi," ujarnya.
"Juga soal Menkeu dan Bappenas harus memikirkan, bagaimana," imbuhnya.
Namun Maman menegaskan bahwa hal tersebut hanya penilaian berdasarkan kinerja saja. Terkait eksekusi reshuffle, partainya enggan mendesak Presiden Jokowi. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya