Jokowi: 20 Tahun ke Depan Tak Ada Invasi Negara Lain ke Indonesia
Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempermasalahkan soal pertahanan di era kepemimpinan Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya anggaran Indonesia untuk pertahanan sangatlah kecil jika dibandingkan negara lain.
"Artinya begini, mungkin kita lihat beli-beli alat, tetapi kita harus lihat dalam pertahanan harus apple to apple. Kalau punya kapal selam kita beli dari Korea, memang masih terbatas dibandingkan yang dibeli Singapura bisa luncurkan peluru kendali dari bawah laut," kata Prabowo, Sabtu (30/3).
"Markas bagus enggak bisa perang, apa briefing-briefing untuk dikaji kembali," imbuhnya.
Menanggapi itu, Jokowi kembali menegaskan masih sangat percaya terhadap TNI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Namun, Jokowi mengakui anggaran pertahanan masih belum maksimal. Menurut Jokowi, saat ini yang menjadi skala prioritas adalah infrastruktur.
"Apabila pertumbuhan semakin baik, ekonomi dunia normal, kita akan bisa memberikan anggaran lebih kepada TNI dalam rangka membangun alutsista lebih biak. Bapak (Prabowo) bandingan dengan negara lain anggaran kita. Dari informasi intelijen strategis, sampai 20 tahun invasi (penyerbuan) negara lain tidak ada," katanya.
Justru, lanjut Jokowi, yang diamati dalam negeri berkaitan dengan konflik. Menurutnya, konflik dalam negeri jangan sampai membesar.
"Saya garis bawahi penguatan SDM TNI dalam penguasaan persenjataan sangat diperlukan kita ke depan. Mengenai pembeli TNI lebih tahu," tuturnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya