JK temui Djan Faridz sebelum ke muktamar islah PPP, ini hasilnya
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz. Hal tersebut agar Djan turut bergabung dalam hasil Muktamar VIII PPP atau muktamar islah.
"Tadi sebelum ke sini saya bicara dengan Pak Djan Faridz bahwa marilah kita melanjutkan persatuan ini demi kebangsaan. Dan beliau lagi pikir-pikir lah kesimpulannya tadi. Iya tadi sudah saya ajak untuk bicara. Ya kesimpulan tadi diputuskan berfikir-fikir," ujar JK di sela Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4).
Namun, JK mengakui bahwa putusan hukum di Mahkamah Agung masih belum inkracht. JK berharap agar ada penyelesaian segera.
"Ada masalah atau hukumnya tapi mudah-mudahan bisa selesai. Saya yakin bisa selesai," tuturnya.
Sebelumnya, JK berharap tak ada sengketa internal kepengurusan PPP lagi. Meski Muktamar VIII PPP sudah digelar sebanyak tiga kali, namun dia berharap agenda kali ini menjadi Muktamar islah.
"Kita sampaikan puji syukur karena bisa menghadiri Muktamar PPP VIII, setidak-tidaknya VIII C. Karena ada a, b, dan c. Tapi itu sama partai saya juga ada a, b, c. Mudah-mudahan tidak ada d, ini terakhir VIII C," ujar JK dalam Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4).
Sedangkan pekerjaan rumah kepengurusan baru PPP sebaiknya segera merangkul ulang kubu Djan Faridz. JK menilai jika didasari kebijaksanaan yang arif, permasalahan konflik dua kubu akan berakhir.
"Apalagi namanya partai persatuan, masak mau pecah. Bukan partai perpecahan Indonesia itu kan," tuturnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya