JK, mantan aktivis yang jadi pemimpin kritis
Merdeka.com - Sosok Jusuf Kalla dikenal sebagai tokoh kritis. Dia tak segan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.
Sikap kritis JK, sapaannya, muncul sejak dia duduk di bangku kuliah. Semasa mengenyam pendidikan di Universitas Hasanuddin, dia aktif sebagai aktivis. Saat itulah muncul keinginan JK untuk berpolitik.
"Bapak itu terpanggil menggeluti politik itu sudah lama sekali. Beliau kan aktivis, ya sebagaimana aktivis mahasiswa, orientasinya ke politik. Aspirasinya suka dan tidak suka mendedikasikan gagasan-gagasannya, pikirannya untuk disumbangkan kepada negara ini begitu saja," kata Poempida Hidayatulloh, rekan JK, saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.
Di matanya, JK sebagai sosok yang lengkap secara pengalaman hidup. Dia juga punya prestasi yang cukup baik dalam misi perdamaian.
"Pak Jusuf Kalla itu sosok yang lengkap. Punya leadership baik, komunikasi baik dan dia bisa menyelesaikan masalah yang paling penting. Pak JK ini adalah figur yang mampu menyelesaikan masalah yang tidak mudah. Ketika ada konflik agama yang saling membunuh dan mematikan, Pak JK mendamaikan itu tidak mudah. Itu situasi paling sulit seorang JK bisa menjembatani itu," bebernya.
Selain itu, lanjut politikus yang baru dipecat dari Partai Golkar ini, JK juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Dia aktif di berbagai kegiatan sosial dan misi kemanusiaan.
"Saat ada bencana, gerakannya cepat merespon. Kemudian demokrasi dia juga memberikan arahan kepada tanggap darurat agar lebih cepat lagi. Di situlah Pak JK diapresiasi tidak hanya Indonesia saja, dunia bahkan negara-negara luar. Padahal beliau bukan wapres lagi," sanjungnya.
Meski sibuk dengan segala kegiatannya, dia melihat JK tetap sosok suami, ayah dan kakek yang dekat dengan keluarganya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya