Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK, Ical, Akbar, Priyo Budi & Muladi dinilai bisa selamatkan Golkar

JK, Ical, Akbar, Priyo Budi & Muladi dinilai bisa selamatkan Golkar Munas Golkar di Bali. ©2014 merdeka.com/iqbal fadil

Merdeka.com - Di tengah terpuruknya nasib Partai Golongan Karya (Golkar), sejumlah nama dianggap memiliki kapasitas besar untuk menyelamatkan partai berlambang pohon beringin itu. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) terhadap 500 responden, ada tujuh kader Golkar berpengaruh menyelamatkan dualisme.

Tujuh tokoh yang dimaksud yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan presentasi 21,60, mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dengan perolehan presentasi 20 persen, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung 17,60 persen, Priyo Budi Santoso memperoleh presentasi 16 persen dan Muladi 2,40 persen.

"Agung Laksono 0,40 persen dan terakhir Hajriyanto Thohari dengan presentase 0,40 persen," kata Juru Bicara KedaiKOPI, Hendro Satrio dalam acara peluncuran hasil survei calon ketua umum Golkar di Resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Kamis (3/3).

Survei ini dilakukan kepada responden yang tersebar secara prorosional di seluruh Indonesia. Responden adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak menggunakan metode sampel acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah mempertimbangkan proporsi antar jumlah penduduk di setiap daerah.

Survei ini menggunakan margin error (MoE) kurang lebih 4,38 pada tingkat kepercayaan 9,5 persen. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 29 Februari sampai 1 Maret 2016 melalui wawancara via telepon dan menggunakan kuesioner terstruktur. Responden pemilih 17 tahun ke atas dan sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sebelumnya, Juru bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendro Satrio mengatakan Partai Golkar tidak memiliki tokoh sentral sehingga dengan mudah digoyah. Selain itu, perseteruan yang terjadi selama ini juga dipicu oleh tidak adanya tokoh central tersebut.

"Tidak punya tokoh central makanya bisa digoyah, berbeda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kan ada Megawati Soekarno Putri, Partai Gerindra ada Prabowo Subianto, Partai Demokrat ada susilo Bambang Yudhoyono, dan Partai Hanura ada Wiranto," jelas Hendro dalam acara Peluncuran Survei Calon Ketua Umum Golkar di Resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Kamis (3/3).

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP