JK bantah pertemuan dengan KMP di rumah dinasnya bahas RAPBN 2016
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dikabarkan bertemu dengan pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP) di kediaman dinasnya pada Rabu (28/10), sekitar pukul 20.00 WIB. Pertemuan tersebut juga disebut-sebut membahas RAPBN 2016 yang dijadwalkan masuk Sidang Paripurna di DPR pada Jumat 30 Oktober 2015.
Kabar ini menguat lantaran KMP memberi sinyal kuat menolak RAPBN 2016. Oleh sebab itu JK dikabarkan melobi pimpinan KMP dalam pertemuan itu.
JK mengakui bahwa memang ada pertemuan di kediamannya. Namun mengenai bahasan RAPBN 2016 dalam pertemuan itu, JK membantahnya. Dia mengatakan pertemuan itu hanya membicarakan perihal internal Partai Golkar.
"Ya saya tidak berbicara soal itu. Saya berbicara soal internal Golkar bersama Pak Ical," kata JK di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).
Sebelumnya, Koalisi Merah Putih (KMP) menilai RAPBN 2016 bermasalah dan tak sesuai dengan kepentingan rakyat. Lantaran penyaluran anggaran ke bidang pertanian, perikanan dan perhutanan dinilai terlalu kecil.
"Pertemuan kali ini bahas RAPBN 2016, masalahnya banyak rancangan yang tidak pro rakyat. Karena jumlah yang diberikan ke bidang pertanian, perikanan dan kehutanan relatif sangat kecil dibandingkan jumlah penyertaan modal nasional. Kami merasa terlalu jomplang untuk rakyat. Kami sangat konsen RAPBN selesai tepat waktu," kata Ketua Umum Golongan Karya (Golkar) versi Munas Bali Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu (28/10).
Selain itu, dia memandang RAPBN 2016 bermasalah dari enam komisi DPR begitu molor untuk menyelesaikan rancangan anggaran tersebut. Menurutnya, RAPBN 2016 seharusnya dapat diselesaikan sebelum akhir Oktober.
"Mengingat ada persoalan di enam fraksi yang belum mampu menyelesaikan ini. Begitu sangat tergambar permasalahannya. Malam ini atau besok pagi, enam fraksi akan menuturkan pendapatnya tentang RAPBN 2016 secara teknis untuk diselesaikan," pungkasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya