Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jika terpilih, Sandi bakal perbaiki komunikasi DPRD-Pemprov DKI

Jika terpilih, Sandi bakal perbaiki komunikasi DPRD-Pemprov DKI Sandiaga Uno. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki dana yang cukup untuk memperbaiki berbagai sarana dan infrastruktur yang ada di Jakarta. Namun, selama dua tahun pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama, dia tak melihat ada perbaikan.

Dia menyinggung ucapan Ahok, sapaan Basuki, yang selalu berdalih pembangunan tak bisa dilakukan karena anggaran mandek di DPRD. Dia menduga, anggaran mandek buntut dari buruknya komunikasi eksekutif dan legislatif DKI Jakarta.

"Ada komunikasi yang buruk antara pemprov dengan DPRD-nya, sekarang penyerapan (anggaran) enam puluh persen, pantas saja proyek mandek," tutur Sandiaga saat blusukan di Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu(23/11).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, ketidakharmonisan antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta sebagai mitra kerja sudah terjadi sejak Maret 2015 lalu.

"Kalau komunikasinya jelek, alhasil pembahasan anggaran pun gagal. DKI Jakarta pada 2015 lalu terpaksa menggunakan anggaran sebelumnya," ujar mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.

Dampak dari itu, sambungnya, tingkat penyerapan anggaran Pemprov DKI Jakarta yang hanya mencapai 33 persen dari bulan Juli 2016. Artinya tujuh dari sepuluh program gubernur petahana belum terpenuhi.

Dia berjanji, bila nanti terpilih sebagai cawagub, akan membangun komunikasi yang lebih baik dengan DPRD DKI Jakata. Sebab peran serta anggota DPRD juga akan sangat diperlukan untuk menampung aspirasi yang akan dikoordinasikan dengan eksekutif.

"Politik anggaran kita adalah politik untuk kesejahteraan masyarakat, dari rakyat, dan untuk rakyat," tukasnya.

Termasuk memasukkan anggaran yang dianggap penting untuk menjaga budaya lokal Betawi lewat Bamus Betawi.

"Saya lihat dulu apa programnya, jadi kita memberikan dana berbasis program. Kisaran dananya bisa lebih atau bisa kurang tergantung program. Kalau ada yang bisa diintegrasikan ke program pemerintah dan dunia usaha akan kita lakukan itu," jelasnya.

Sandi mengaku, mertua laki-lakinya salah satu pendiri Bamus Betawi. Kata dia, Bamus Betawi harus tetap dijaga sebagai organisasi yang dapat merangkul masyarakat asli Betawi saat itu.

"Dana untuk Bamus itu perlu tapi program-programnya harus yang bisa dirasakan masyarakat seperti budaya, agama. Bukan berkaitan dengan kepentingan politik," ujar Sandi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP