Jika ngotot capreskan Mega dan bukan Jokowi, PDIP bakal keok

Reporter : Angga Yudha Pratomo | Senin, 2 Desember 2013 00:05

Jika ngotot capreskan Mega dan bukan Jokowi, PDIP bakal keok
Jokowi dan Megawati seminar di Kampus UI. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Survei yang diadakan oleh Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ), Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres) kalah dibandingkan dengan pesaingnya, seperti Prabowo dan Aburizal Bakrie atau Ical. Namun, hasil survei menyatakan hasil sebaliknya bila Joko Widodo ( Jokowi ) yang diusung.


Dari hasil survei menggunakan simulasi tiga capres, bila PDIP mengajukan Megawati maka hanya memperoleh suara 17,7 persen. Sedangkan Prabowo di posisi atas dengan 29,1 persen dan kedua Ical 23,8 persen.

Sebaliknya, bila Jokowi yang maju sebagai capres, menurut survei, mantan Wali Kota Solo itu akan memperoleh 49,1 persen. Lalu Prabowo 17,5 persen dan Ical 13,2 persen.

Menurut peneliti IPI, Bahruddin Muhtadi, kecilnya perolehan data Megawati merupakan tren baru. Padahal tahun 2012 lalu, Megawati selalu menjadi nomor dua di bawah Prabowo .

"Ini gejala relatif baru, yakni di tahun 2013. Pada 2012, Megawati selalu nomor 2 setelah Prabowo ," kata Burhanuddin saat survei 'Kualitas Personal dan Elektabilitas Capres' di Jakarta, Minggu (1/12).

Mengenai tingginya perolehan Jokowi dibandingkan Megawati, menurut Burhanuddin, hal ini karena para pemilih Megawati sudah beralih kepada Jokowi .

"Pemilih Megawati nampaknya telah beralih ke Jokowi . Ini yang membuat dukungan pada Megawati merosot cukup dalam sepanjang 2013 ini," jelasnya.

Seperti diketahui, Megawati berada di juru kunci dalam semua kriteria calon presiden (Capres) dari survei yang diadakan oleh Indikator Politik Indonesia (IPI) menggunakan metode 'top of mind' atau secara spontan. Dia kalah bersaing dengan juniornya sekaligus Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi .

Sedangkan, Jokowi sendiri dianggap sebagai sosok yang pantas menjadi pemimpin Indonesia dalam survei 'Kualitas Personal dan Elektabilitas Capres'. Bahkan, melalui tiga metode, namanya tetap berada di puncak. Bahkan, dalam survei ini, menyebut nama Jokowi sebagai capres yang jujur dan bisa dipercaya.

Baca juga:
Jika capreskan Jokowi, PDIP tak terkalahkan
Dukungan ke PDIP naik drastis, Demokrat menurun tragis
Mega anggap blusukan Jokowi seperti pesan Soekarno
PDIP tak khawatir Jokowi 'dicaplok' partai lain

[ren]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE