Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jika Jadi Ketum PAN, Mulfachri Janji Tak Maju di Pilpres

Jika Jadi Ketum PAN, Mulfachri Janji Tak Maju di Pilpres Mulfachri Harahap. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bakal Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Mulfachri Harahap berjanji fokus membesarkan partai bila terpilih jadi ketum PAN. Dia bakal melakukan konsolidasi internal demi penguatan partai.

"Apa yang saya lakukan jika jadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional, saya akan lakukan konsolidasi secara masif," tegasnya saat ditemui saat mendaftar sebagai Ketum di Sekretariat DPP PAN, Jalan Daksa I, Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2).

Jika terpilih nanti, Mulfachri pun memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai Capres ataupun Cawapres di Pemilu yang akan datang. "Perlu saya sampaikan bahwa Insyaallah saya tidak akan atau tidak punya mimpi nyapres atau nyawapres. Saya tidak punya mimpi untuk itu," tegasnya.

Dengan begitu, dirinya punya waktu yang sangat cukup untuk bekerja demi kemajuan partai dan kaderisasi yang optimal.

"Saya Insyaallah punya waktu cukup untuk bekerja untuk kepentingan partai. Melakukan konsolidasi, melakukan pelatihan agar partai yang sejatinya organisasi kader kembali kejati dirinya saya lakukan," pungkasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Noviantika Nasution prihatin dengan perolehan suara PAN yang kian anjlok. Dia ingin ada perubahan kepemimpinan di partai. Apalagi, PAN hanya mendapat 44 kursi di Pemilu 2019 atau menurun empat kursi dari periode sebelumnya di bawah Ketum Zulkifli Hasan.

"Sedih. Enggak ada kader yang bersedih atau prihatin kalau perolehan partainya menurun," kata dia.

Lebih lanjut, Noviantika menilai, ada beberapa faktor penyebab kursi PAN menurun di Pemilu 2019. Salah satunya yakni karena kesalahan dalam manajerial partai.

"Kalau DPP Partai melakukan proses tata kelola yang baik, tentu ke bawahnya akan baik juga," tegasnya.

Maka dari itu, ke depan, PAN perlu Ketum yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Sosok Ketum baru juga harus memiliki kapasitas mumpuni.

"Itu diperlukan agar kursi PAN tak lagi menurun," ujar Noviantika.

Klaim Didukung Amien Rais

Mulfachri Harahap mengaku telah didukung senior PAN Amien Rais untuk maju jadi caketum. Namun, Amien mendukungnya tidak ujug-ujug. Tetapi dengan kajian mendalam.

"Dukungan Pak Amien kepada saya itu dukungan yang sifatnya sangat rasional. Jadi pak Amien tidak ujug-ujug mendukung saya. Lewat sebuah dialektika yang panjang, sebuah diskursus yang mendalam," kata Mulfachri.

"Baru kemudian beberapa saat saya menyampaikan rencana saya untuk maju, Pak Amien memanggil saya dan menyatakan saya mendukung anda," sambungnya.

Mulfachri mengaku tidak asal minta restu ke Amien untuk maju jadi ketum. Dia memberikan paparan program untuk PAN kedepan.

"Jadi jangan dibalik bukan Pak Amien panggil saya kemudian 'saya dukung anda untuk maju' tidak sama sekali. Saya datang ke Pak Amien saya sampaikan semacam proposal katakanlah seperti itu saya jelaskan situasi PAN hari ini," ucapnya.

Menurutnya, saat ini, pendiri PAN yang maju jadi caketum adalah dirinya. Sehingga, dia menceritakan ke Amien soal kondisi PAN sekarang dan apa yang harus dilakukan kedepan.

"Kami diskusi dan setelah itu 2-4 minggu setelah kedatangan saya yang menyatakan rencana saya untuk maju Pak Amien menyatakan bismillah dan Insyaallah saya akan dukung," ucapnya.

Dia pun akan mengajak putra Amien Rais, Hanafi Rais untuk kepemimpinan baru PAN. Hanafi disebut sebut bakal dijadikan Sekjen PAN periode selanjutnya jika Mulfachri menang.

"Saya memulai sebuah tradisi baru maju atau running bersama sama dengan saudaraku hanafi rais yang sekarang menjadi ketua fraksi PAN di DPR RI. Nah saya kira itu sudah menjawab, saya kira dukungan Pak Amien," tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP