Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jika Bergabung, Habib Rizieq Dinilai Bisa Jadi Ikon Baru PKS dan Capres 2024

Jika Bergabung, Habib Rizieq Dinilai Bisa Jadi Ikon Baru PKS dan Capres 2024 Imam Besar FPI Rizieq Shihab Tiba di Petamburan. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengajak pimpinan FPI Rizieq Syihab bergabung ke partai. Jika Rizieq menerima ajakan itu, PKS dinilai bakal mendapat banyak keuntungan.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, PKS dan Rizieq memang memiliki hubungan yang spesial. Dalam berbagai kesempatan, Rizieq menyinggung PKS. Misalnya, mengajak memilih PKS pada Pemilu 2019 lalu.

Menurut Adi ajakan PKS tersebut merupakan penghargaan kepada Rizieq sebagai tokoh berpengaruh di kalangan Islam konservatif. Apalagi Rizieq yang selama ini memiliki basis massa besar menjadi hal positif bagi PKS.

"Tentu ini positif, artinya dengan energi Rizieq yang cukup banyak penggemarnya disalurkan ke parpol, tentu saja perjuangannya semakin konstitusional melalui perjuangan di parlemen bahkan semakin menarik kalau gabung ke PKS," kata Adi saat dihubungi, Senin (16/11).

Ditambah, Rizieq bisa menjadi calon presiden alternatif bagi PKS di Pilpres 2024. Meski PKS butuh koalisi dengan partai lain agar suara mencukupi.

"PKS butuh dua partai besar lain untuk gabung. Tapi kalau melihat kecenderungannya, kalau Rizieq tertarik dengan partai ya memang suasananya sih hampir sama dengan PKS, kelompok Islam kritis anti pemerintah, dan memang bersemangat ganti presiden," kata Adi.

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin menilai Rizieq bisa menjadi ikon baru PKS. Rizieq bisa menjadi amunisi PKS bertarung di Pemilu 2024.

"PKS akan mendapatkan ikon dan tokoh baru jika HRS bergabung. Juga pendukung-pendukung HRS juga akan bergabung itu akan menambah basis massa PKS. Sama sekali tak ada ruginya. Justru jika HRS gabung PKS, PKS untung banyak," kata Ujang melalui pesan singkat.

Citra Rizieq Tergerus

Meski begitu, Ujang melihat dari sisi lain, jika Rizieq bakal rugi jika bergabung dengan partai politik. Citranya bisa tergerus. Apalagi Rizieq memiliki pendukung lintas partai.

"Kebesaran namanya bisa mengecil. Karena dianggap partisan. Pendukung-pendukungnya yang tersebar di partai lain bisa tak mendukungnya lagi. Karena sudah memilih PKS," ucapnya.

Sementara Adi Prayitno menegaskan, dengan terjun ke politik yang formal, Rizieq bisa menyalurkan perjuangannya secara nyata. Misal melalui DPR atau kepala daerah. Sebab, perjuangan politik jalanannya saat ini belum tentu banyak didengar pemerintah.

"Selama ini di luar, protes jalanan. Dalam banyak hal kan tidak terlalu signifikan mempengaruhi kebijakan kan. Saatnya memang Rizieq masuk ke dalam, ke inner circle konstitusional. Artinya masuk parpol, ikut pemilu, pilkada, sehingga nanti kuat adu materi, adu data," kata Adi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP