Jika Arcandra jadi menteri lagi berdampak pada kepercayaan publik
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi mendukung upaya pemerintah untuk mengembalikan status WNI mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar. Namun, Taufiq menolak jika Presiden Joko Widodo kembali menunjuk Arcandra untuk mengisi pos menteri ESDM.
"Namun sekalipun sikap saya selaku Kapoksi Komisi III Fraksi NasDem menolak dikembalikannya Arcandra Tahar di kursi Kementerian ESDM, hal ini bukan berarti saya menolak keputusan Pemerintah yang telah menegaskan kewarganegaraan Arcandra sebagai warga negara Indonesia seutuhnya," kata Taufiqulhadi di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).
Politisi NasDem ini beralasan apabila Jokowi mengembalikan Arcandra ke kursi Menteri ESDM maka akan berdampak pada kepercayaan publik. Alasannya Arcandra disebut telah membohongi negara soal kepemilikan paspor ganda.
"Dan ini sangat mempengaruhi rasa kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun dengan baik terhadap jalannya pemerintahan Jokowi-JK," tutupnya.
Sebelumnya diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan tidak bisa mencabut status WNI Arcandra. Hal tersebut akan membuat Arcandra tidak memiliki kewarganegaraan. Jika dicabut, Yasonna mengaku bisa dipidana karena melanggar aturan.
"Karena dia kehilangan WN Amerika kita stop pencabutan WNI. Kalau saya meneruskan mencabut WNI Arcandra maka saya dapat dipidana, selama 3 tahun. Aku belum siap. WN tidak boleh stateless," kata Yasonna di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9).
"Pejabat yang karena kelalaiannya sehingga mengakibatkan kehilangan kewarganegaraan dipidana 1 tahun. Saya tidak lalai," sambung dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya