Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenderal Gatot: Komitmen saya pesawat TNI AU harus yang baru

Jenderal Gatot: Komitmen saya pesawat TNI AU harus yang baru Gatot Nurmantyo jalani fit and proper test. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan bakal memperbarui alutsista TNI AU. Hal itu karena alutsista seperti pesawat udara tidak bisa dipandang sepele jika mengalami kerusakan karena usia yang tua.

"Tadi komunikasi dengan Komisi I, hibah itu biayanya hampir sama dengan beli. Pesawat udara beda dengan darat. Darat kalau rusak bisa diperbaiki di tempat itu juga. Kalau pesawat mogok ya hancur sehingga komitmen saya dengan Komisi I untuk pesawat udara kita harus yang baru. Pengadaan yang akan datang harus yang baru, kecuali yang sudah terlanjur," kata Gatot usai fit and proper test calon Panglima TNI di gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (2/7).

Menurutnya, Pesawat Hercules yang jatuh di Medan kondisinya masih layak pakai. Beberapa negara tetangga juga menggunakannya tetapi dengan perawatan yang baik.

"Pesawat itu layak terbang atau enggak. Ini pesawat Hercules 1964 ini, Singapura masih pakai, Bangladesh masih pakai. Karena memang sistem pemeliharaannya setiap 50 jam terbang ada opname, pengecekan. 3 tahun ada juga, dan 6 tahun. Ini operasional ada 12 yang 1964, dan 12 yang 1975 ke atas. Kalau itu diberhentikan sekaligus, terus mau pakai apa nanti?" ujar dia.

Lanjut dia, untuk pesawat terbang yang menjadi pedoman adalah kemampuan terbang. Jika teknisi menyatakan pesawat tersebut tidak bermasalah maka dimungkinkan da[at digunakan untuk terbang.

"Yang dilihat kelayakan terbangnya, kalau sudah diperintahkan layak terbang, secara teknisi itu sudah layak terbang. Kalau tidak layak terbang, tidak mungkin AU memerintahkan dia untuk terbang," pungkas dia.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP