Jelang Munaslub Golkar ribut mekanisme terbuka atau tertutup
Merdeka.com - Ketua Steering Committee Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid menjelaskan, pada tahap awal 8 bakal calon akan berebut menjadi caketum Golkar. Syaratnya ialah harus didukung 30 persen dari pemegang hak suara.
Namun menurut Nurdin, hal tersebut dianggap sebagai pemilihan langsung caketum. Maka dari itu dia menjelaskan sejauh ini banyak yang protes pemilihan caketum dilakukan secara tertutup.
"Tapi ini kemudian terjadi pro-kontra. Ada yang minta terbuka. Karena masih proses dukungan baru proses mencari calon. Belum ada calon. Oleh karena itu tidak perlu tertutup, itu pandangan sebagian peserta Munas," kata Nurdin di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5).
Maka dari itu Nurdin mengakui sempat menawarkan mekanisme baru. Hal tersebut berlandaskan pasal 34 AD/ART yaitu pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat.
"Silakan DPD I dan DPD II melakukan musyawarah. Bila tidak terjadi musyawarah, kita harus kembali ke pasal 34 ayat 2, yaitu voting. Itu nanti besok," tuturnya.
Namun menurut Nurdin, dalam pra-Munaslub belum ditemukan kesepakatan apakah memakai sistem terbuka atau tidak. Selain itu muncul tawaran agar pemilihan caketum dilakukan terbuka, namun pemilihan ketum dilakukan secara tertutup.
"Kalau untuk calon, jelas pemilihan harus tertutup," ujarnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya