Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jejak kutu loncat Ahok demi berkuasa

Jejak kutu loncat Ahok demi berkuasa Ahok sidak di Pulogebang. ©2016 merdeka.com/raynaldo

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya memutuskan maju di Pilgub DKI lewat jalur partai politik. Ahok memilih maju dengan kendaraan NasDem, Hanura dan Golkar ketimbang maju lewat jalur independen.

Keputusan Ahok pun dikritik banyak pihak. Ahok dinilai kutu loncat karena sebelumnya dia gembar-gembor untuk maju lewat jalur independen bersama relawan Teman Ahok.

"Teman Ahok enggak mudah kumpulkan 1 juta KTP. Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur tapi tinggalkan Teman Ahok? Saya pilih gagal jadi gubernur saja," ujar pria yang akrab disapa Ahok di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Minggu (19/6/2016) lalu.

Namun Ahok mungkin lupa dengan ucapannya sebulan lalu itu. Rabu malam kemarin, Ahok memutuskan maju lewat jalur partai politik.

"Malam ini kita harus menghargai parpol. Makanya tadi ngomong sama Teman Ahok, sudahlah kita pakai parpol saja lah," ujar Ahok di markas Teman Ahok, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (27/5) malam.

Ahok mengaku yakin jika dukungan yang datang kepadanya baik dari relawan Teman Ahok maupun parpol-parpol, sebuah pembuktian dari teori politik yang sudah dilakukannya sejak lama. Teori itu menurut Ahok sangat sederhana, yakni jika seorang politikus benar-benar bekerja untuk rakyat dan tidak terlibat suap ataupun delik korupsi lainnya, maka secara otomatis dirinya akan dipercaya oleh publik.

"Kalau kamu kerja benar, enggak terima suap, kerja buat rakyat, otomatis dapat pendukung. Keluar tenaga aja. Ini sudah terbukti," ujarnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP