Jawaban-jawaban Jokowi ketika ditanya isu PKI dan anti Islam
Merdeka.com - Sejak Pilpres 2014 lalu Jokowi selalu dihantam dengan berbagai isu, terutama PKI dan anti islam. Ternyata isu-isu tersebut pun masih digunakan pada Pilpres 2019 untuk menjatuhkan Jokowi.
Tak ingin isu terus bergulir, Jokowi berusaha meredam dengan menjawab semua tudingan itu. Berikut ulasannya:
Jokowi tegaskan dirinya Islam
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelama ini Presiden Jokowi seringkali disebut sebagai orang yang anti islam. Jokowi menepis tudingan-tudingan itu. Dia menegaskan bahwa dirinya merupakan muslim. Mantan Gubernur DKI itu mengatakan jika selalu mendukung segala tentang kegiatan-kegiatan Islam.
"Ada yang bilang, Presiden Jokowi tidak pro-Islam. Ya bagaimana? Saya itu Muslim. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan juga dengan Kiai Ma'ruf Amin," katanya beberapa waktu lalu.
Tak terkait PKI
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak terkait sama sekali dengan PKI. Dia mengaku heran masih banyak orang yang mengkaitkannya dengan PKI.
"Saya ingin blak-blakan soal PKI. Seliweran cerita soal itu. Dulu saya disebut bahwa Presiden Jokowi PKI. Saya dengar saja di medsos. Mosok ada gambar DN Aidit lagi pidato tahun 1955. Di situ saya ada di sebelahnya, lah saya-kan belum lahir," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Tegaskan asli keturunan Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain PKI, isu yang kerap datang kepada Jokowi soal SARA. Dia dituding keturunan asli China memiliki ayah bernama Oey Hong Lion. Menjawab tudingan itu, Jokowi dengan tegas mengatakan bahwa dia merupakan warga asli Indonesia keturunan Jawa, sang ayah merupakan orang desa dari Karanganyar dan sang ibu asli Boyolali.
Mantan wali kota Solo ini meminta agar masyarakat tak percaya dengan isu yang diembuskan oleh orang yang tak bertanggungjawab. Meski begitu dia mengaku heran karena masih ada masyarakat yang percaya dengan isu tersebut. "Mestinya dalam pemilihan ini adu program, adu gagasan, adu ide, adu prestasi, rakyat diajak ke sana. Jangan memakai isu-isu yang seperti itu (SARA), tapi saya heran masih saja rakyat kita itu ada yang percaya," ujar Jokowi, beberapa waktu lalu.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya