Jawab pidato SBY, Timses meyakini Jokowi bakal netral pada pemilu 2019
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meyakini situasi perpolitikan menjelang Pemilu 2019 bakal panas. SBY mengatakan, keberpihakan aparat negara, intelijen, Polri dan TNI bakal diuji.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja, Johnny G Plate, menuturkan memang sudah aturannya demikian. Hal itu juga berlaku kepada semua pihak.
"Yaa memang UU sudah mengatur itu, bukan cuma Pak SBY sebagai Ketum partai," ujar Johnny di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).
Sekretaris Jenderal NasDem itu menambahkan, calon presiden petahana Joko Widodo juga bakal bersikap netral selama penyelenggaraan Pilpres 2019. Termasuk aparatur sipil negara (ASN), Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bakal netral.
"Pak Joko Widodo sebagai Presiden juga, dan minta tentu gubernur, bupati, wali kota, pastikan ASN netral polri netral sesuai tupoksi masing-masing," ucapnya.
Dia melanjutkan, penyelenggaraan pemilu tidak hanya kepentingan segelintir orang. Maka, dia yakin tidak akan ada yang berpihak.
"Kalau itu kepentingan semua pihak, kepentingan paslon dan parpol caleg-calegnya dan kepentingan anggota DPD, peserta pemilu," tutupnya.
Sebelumnya, SBY mengangkat netralitas intelejen, Polri, dan TNI dalam pidato politik HUT Demokrat ke-17. Dia menyebut negara bakal diuji apakah pemilu akan berlangsung damai, adil dan demokratis.
"Dan kita akan diuji, apakah perangkat negara termasuk intelijen, kepolisian dan militer netral dan tidak berpihak. Ingat, TNI, Polri dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral. Sebagai salah satu pelaku reformasi, saya ingatkan TNI, Polri dan BIN harus belajar dari sejarah, bahwa karena kesalahan masa lampaunya, rakyat terpaksa memberikan koreksi," imbuh presiden ke-6 RI itu di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya