Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan zig-zag Ruhut sampai ke kursi panas

Jalan zig-zag Ruhut sampai ke kursi panas ruhut sitompul . merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Meski belum resmi dilantik, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul akhirnya ditunjuk menjadi Ketua Komisi III DPR. Pengumuman rotasi Fraksi Partai Demokrat DPR Rabu (18/9) menyatakan, mantan pemain sinetron itu segera menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Gede Pasek Suardika.

Jabatan Ketua Komisi Hukum dan HAM ini bisa dibilang adalah puncak karier Ruhut sebagai politikus Senayan. Sebelumnya, dia hanya menjabat sebagai anggota biasa di komisi yang dikenal paling panas di Parlemen ini.

Terlepas dari kapasitas Ruhut, sejumlah kalangan menilai jabatan Ketua Komisi III layak disandang politikus nyentrik itu, karena posisinya yang paling depan dalam membela Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawan kubu Anas.

Tak seperti loyalis SBY yang lain, serangan-serangan Ruhut kepada kubu Anas saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat beberapa waktu lalu, sangat nyata dan tajam. Dia berani dengan keras mengkritik Anas.

"Mereka (Ulil) beda dengan aku. Aku head to head dengan Anas. Makanya aku minta dia legowo mundur, bukan kuminta SBY untuk mencopot Anas," kata Ruhut saat itu.

Bahkan Ruhut juga menyatakan agar Anas tak membawa Demokrat karam. "Kawan, kalau karam, karamlah sendiri. Karamlah bersama antek-antekmu. Jangan bawa partai kami ikut karam," ucap Ruhut.

Perlawanan Ruhut saat kemelut partai ketika itu sontak membuat sebagian kalangan kaget, sebab sebelumnya dia dikenal sebagai orangnya Anas. Ini bisa dilihat saat Kongres Partai Demokrat 2010, di mana Ruhut kerap menyerang para pesaing Anas dalam perebutan kursi ketua umum.

Membela habis-habisan Anas saat Kongres 2010, Ruhut akhirnya kebagian kue jabatan. Anas mempercayakan jabatan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika kepadanya.

Namun jabatan Ruhut di DPP Partai Demokrat itu hanya berumur dua tahun. Pada akhir Desember 2012, Ruhut dipecat oleh Anas, setelah sebelumnya dia mengkritik Anas habis-habisan soal kasus korupsi yang melilit mantan Ketua Umum PB HMI itu.

Dipecat oleh Anas, Ruhut tambah keras mengkritik, sampai akhirnya Anas dicopot lewat KLB. Kini Anas sudah tidak lagi di Demokrat. Namun, beberapa loyalis Anas di Senayan tetap menduduki jabatan teras.

Setelah para loyalis itu bergabung dengan Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), ormas bentukan Anas, mereka mulai diberantas. Dan kini Ruhut yang dapat imbas naik ke pentas. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP