Jadi pimpinan Hanura, Aceng Fikri tatap Pilgub Jabar 2018
Merdeka.com - Anggota DPD RI Aceng Fikri tidak menampik ingin mendapat kesempatan maju dalam Pilgub Jabar 2018. Namun, dia menunggu restu Partai Hanura untuk mengusungnya terjun dalam pesta demokrasi tersebut.
"Jujur saja kalau politisi tidak punya obsesi politik itu bohong," tegas Aceng saat ditemui di Hotel Preanger, Kota Bandung, Jumat (7/7).
Meski begitu, dia mengaku masih menimbang soal langkah politiknya di Pilgub Jabar 2018. Sebab, dia harus tunduk atas keputusan partai.
"Partai nanti merestui saya maju (Pilgub Jabar) atau tidak itu bukan kewenangan saya. Partai ada mekanisme dan ada aturan. Kalau popularitas saya tinggi tapi partai enggak menghendaki, ya saya akan tunduk dan patuh pada partai," ujarnya.
Dia mengatakan, setiap politisi pasti memiliki ambisi politik, mulai menjadi kepala daerah, hingga capaian sebagai presiden. Namun, mantan Bupati Garut itu sadar dan masih harus banyak intropeksi sebelum menjadi calon gubernur.
"Tapi saya bukan orang yang punya hasrat politik berkuasa. Saya berkaca diri saya apakah pantas? Saya menyerahkan sepenuhnya kepada warga Jabar," ungkap pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Jabar tersebut.
Oleh karena itu, dia mengaku tinggal menunggu titah partai jika memang diharuskan ikut bertarung di Pilgub Jabar. "Saya enggak akan langkahi apa yang sudah menjadi rule off the game dari Partai Hanura. Saya mengalir. Kalau partai iya, saya ikuti," terangnya.
Nama Aceng Fikri pernah dikenal pada tahun 2012 silam, lantaran terlibat skandal pernikahan. Itu setelah menikahi ABG wanita berusia 18 tahun bernama Fanny Octora. Lalu, Aceng menceraikan setelah empat hari menikah.
Tak terima, Fanny melaporkan kasus Aceng ini ke Mabes Polri. Sebab perceraian itu disampaikan Aceng melalui pesan singkat.
Belum beres, seorang gadis bernama Shinta juga mengaku pernah dinikahi Aceng. Tapi soal pernikahannya dengan Shinta, Aceng menampik.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya