Jadi menteri Jokowi, mereka kaget dan tolak fasilitas negara
Merdeka.com - Para menteri Kabinet Kerja yang dipilih Jokowi langsung bekerja setelah dilantik pada hari Senin (27/10) lalu. Usai rapat kabinet perdana di kantor presiden, beberapa menteri langsung menuju kantor barunya. Ada yang langsung menggelar acara pisah sambut dengan menteri sebelumnya, ada yang meninjau ruangan-ruangan di kementerian mereka.
Dalam perkenalannya dengan para staf dan pejabat di kementerian, beberapa menteri yang berasal dari kalangan pengusaha maupun politikus merasa risih dengan panggilan 'Pak atau Bu Menteri'. Mereka minta dipanggil dengan nama mereka saja bahkan Sekjen PDIP yang menjadi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta dipanggil 'Mas Tjahjo' saja kecuali di acara resmi.
Para menteri baru ini juga membuat pengakuan kaget dengan fasilitas negara yang mereka dapatkan, dan sebagian menolak menggunakan ajudan hingga pengawalan voorijder dalam perjalanan.
Berbagai alasan mereka ungkapkan ketika menolak fasilitas menteri itu. Apa saja dan siapa saja menteri yang kaget dan menolak fasilitas negara? Berikut kisahnya seperti yang dirangkum merdeka.com, Rabu (29/10).
Mau blusukan, Ignasius Jonan tolak dikawal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBukan sang menteri yang menceritakan langsung soal penolakan fasilitas ini. Melainkan sang sopir Menhub."Bapak menolak voorijder, kemarin malam datang ke rumah. Karena kalau tanpa pengawalan Pak Jonan bisa bebas," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (27/10).Kata sang sopir, sang bos tak mau dianggap orang yang berlebihan lantaran memegang status sebagai menteri perhubungan. "Bapak (Jonan) malu dengan para pengemudi kendaraan lainnya," jelas dia.Bukan hanya itu, Jonan juga masih menggunakan kendaraan pribadi berupa mercy M 250 CDI untuk menjalankan aktivitas. Saat ditanyakan apakah nantinya Jonan akan menggunakan mobil dinas, dia mengatakan belum mengetahui pasti."Sampai saat ini belum, masih gunakan mobil pribadi," ungkapnya.
Saleh Husin mau pakai voorijder saat ke Istana saja
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolitikus Hanura Saleh Husin yang ditunjuk sebagai menteri perindustrian oleh Presiden Joko Widodo juga mengaku risih dipanggil 'Pak Menteri'.Tidak hanya itu, dia juga menolak menggunakan fasilitas pengamanan atau voorijder. "Panggil Saleh saja. Kalau voorijder ya paling saat ke istana saja. Kalau sehari-hari kalau tidak urgent tidak perlu lah," ungkap Saleh di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).Saleh berjanji membuka pintu ruang kerjanya lebar-lebar bagi pengusaha maupun koleganya yang hendak bertemu membicarakan program-program untuk lima tahun ke depan. "Buat teman-teman asosiasi kita bisa setiap saat bertemu tanpa protokol," ucapnya.Namun, pertemuan tersebut diharapkan Saleh bisa membuahkan hasil yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Saleh berambisi menjadikan produk dalam negeri tuan rumah di negeri sendiri."Semata-mata agar produk-produk kita jadi tuan rumah di negara kita sendiri. Yang utama adalah kita menjadi disegani minimal di Asia Tenggara," tandasnya.
Rahmat Gobel kaget dapat fasilitas protokoler
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRahmat Gobel menceritakan pengalamannya menjadi menteri perindustrian di hari pertama. Rahmat mengaku belum terbiasa dengan segala fasilitas dari Pemerintah yakni protokoler Kementerian."Ketika dijemput protokol dari Kemendag, saya bingung lagi. Oh ternyata saya punya protokol sekarang," ujar Rahmat di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (27/10).Dia berulang kali menyebut Kementerian Perdagangan dengan sebutan Departemen Perdagangan. Salah satunya ketika memberikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepadanya."Terima kasih kepada seluruh jajaran Departemen Perdagangan," katanya.Mendengar hal itu, sontak para hadirin langsung kaget dan segera membenarkan ucapan Rahmat."Oh iya Kementerian Perdagangan. Tidak apalah masih baru. Tempat masih salah mulu," canda Rahmat yang disambut dengan tawa oleh hadirin yang datang.
Tjahjo Kumolo biasa hidup bebas tak mau dikawal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan hanya akan menggunakan patwal untuk menghadiri acara resmi kenegaraan. Selain kegiatan resmi, dia menolak voorijder."Saya sudah lama (hidup) bebas. Saya tidak ingin pakai voorijder, saya tidak ingin, kecuali ada acara yang waktunya mepet," kata Tjahjo saat memberikan sambutan di hadapan seluruh pejabat eselon dan para staf barunya di ruangan rapat Kemendagri, Senin, (27/10) sore.Tjahjo juga meminta petugas protokoler Kemendagri tak perlu repot-repot menempel dirinya setiap hari. "Saya tidak perlu ajudan. Pengawalan juga tidak. Saya tidak ingin. Saya 30 tahun jadi orang bebas, kecuali acara dinas resmi," tegasnya.Satu lagi, kepada seluruh bawahannya, Tjahjo mewanti-wanti agar tak perlu memanggil dirinya dengan sebutan bapak atau pak menteri. Dia lebih senang hanya dipanggil dengan sebutan 'Mas Tjahjo' saja."Panggil Mas Tjahjo, tidak usah panggil Pak Menteri," pesannya.
Khofifah masih pakai Innova
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa masih menggunakan kendaraan pribadinya saat datang ke kantor Kemensos. Padahal, sebagai menteri, Ketua Umum PP Muslimat NU itu mendapat jatah mobil Toyota Crown Royal Saloon.Hingga Selasa kemarin, Khofifah setia menggunakan Toyota Innova berpelat nomor B 1040 NE yang selama ini menemaninya wara-wiri di Jakarta."Saya pakai Innova aku saja," tukas Khofifah.Meski begitu, dia tidak tegas menolak mobil dinas menteri. "Saya ikuti protapnya saja," imbuhnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya