Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi ketua komite etik munaslub Golkar, Fadel libatkan BIN & KPK

Jadi ketua komite etik munaslub Golkar, Fadel libatkan BIN & KPK fadel muhammad. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberikan amanat pada Fadel Muhammad menjadi ketua komite etik pelaksanaan Munaslub Partai Golkar yang rencananya di gelar 23-26 Mei 2016 di Bali. Komite etik akan mengawasi jalannya munaslub dan pemilihan ketua umum partai agar tidak terjadi praktik politik uang.

Fadel mengatakan, untuk memaksimalkan kerja komite etik meminimalisir praktik politik uang, pihaknya akan melibatkan aparat negara. Dalam hal ini Badan Intelijen Negara (BIN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Kepolisian RI.

"Minggu depan kita rapat di sini dengan pimpinan BIN, KPK dan Polri untuk pelaksanaan munas mendatang," ujar Fadel di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (28/4).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengaku sudah melakukan pembicaraan awal dengan Kepala BIN Sutiyoso. Golkar tidak ragu meminta bantuan pemerintah setelah secara resmi menyatakan memberi dukungan pada pemerintahan Jokowi-JK.

"Kita akan gunakan aparat negara karena Golkar kan bagian pemerintah. Agar ada citra baru di Partai Golkar," ucapnya.

Tidak hanya pembicaraan dengan Sutiyoso, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan ke KPK dan Polri. Dia mengklaim, KPK siap terlibat jika pemerintah sudah mengesahkan pengurus Golkar untuk penyelenggaraan munas. Untuk teknisnya, anggota komite etik akan bergabung dengan BIN dan KPK serta Polri.

"Akan bikin satgas untuk kerja ini. Orang-orang kita gabung dengan BIN dan polisi untuk gerak. Kita betul-betul bikin ini bersih," tegasnya.

Fadel berjanji bakal menindak tegas pihak-pihak yang kedapatan melakukan praktik politik uang dalam penyelenggaraan munaslub. Semua laporan yang mengindikasikan adanya pelanggaran etik akan ditelusuri.

"Kalau ada bukti-bukti akan kita pelajari. Ada hitam putihnya dan akan pakai metodologi yang dipakai untuk aparat hukum. Ada bukti-buktinya berdasarkan laporan. Yang penting ada laporan untuk teliti. Kita akan proaktif juga tanyakan ke daerah-daerah untuk tanyakan apa didekati (calon)," jelasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP