Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Isu reshuffle menguat, Golkar tegaskan tak incar jatah menteri

Isu reshuffle menguat, Golkar tegaskan tak incar jatah menteri Idrus Marhaam laporkan Menkum HAM ke Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Isu reshuffle jilid II kabinet kerja Jokowi-JK kembali menguat. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengakui bahwa partainya tak lagi menjadi oposisi, melainkan sudah merapat ke pemerintah.

"Sejak awal partai Golkar, bahkan 4 januari dalam rapat konsultasi nasional Partai Golkar menyatakan mendukung pemerintah. Kemudian diperkuat dengan Rapimnas membuat keputusan itu bergabung," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

‎Idrus memastikan jika partainya tidak meminta jatah kursi menteri. Sebab dukungannya ke pemerintah bukan karena barter dengan jabatan.

"Golkar mendukung pemerintah tanpa syarat," tegasnya.

Idrus menegaskan bahwa Golkar tak masalah jika ada reshuffle jilid II. Akan tetapi menurutnya Presiden Jokowi harus bisa memastikan jika kabinet pasca reshuffle lebih bagus formasinya.

"Kepentingan Partai Golkar kalau reshuffle, bagaimana agar reshuffle itu memastikan bahwa kabinet yang sudah direshuffle memiliki kepentingan produktif untuk rakyat," tuturnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP