Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ironi Ical, menang di hukum, kalah dalam politik

Ironi Ical, menang di hukum, kalah dalam politik Rapimnas Partai Golkar. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Dualisme Partai Golkar akhirnya berujung pada rencana digelarnya munas rekonsiliasi pada April nanti. Aburizal Bakrie (Ical) akhirnya mengalah dan sepakat menanggalkan kursi orang nomor satu di Golkar.

Sejak awal, perseteruan antara Ical dan Agung Laksono di Golkar adalah soal sikap politik di KMP dan kembalinya Ical jadi ketua umum di munas Golkar versi Bali.

Agung Laksono cs melawan. Ical dinilai curang menggelar munas dan Golkar dianggap harus merapat ke pemerintah. Kubu Agung pun menggelar munas tandingan di Ancol yang menetapkan Agung sebagai ketum.

Perebutan kepengurusan Golkar kemudian berlanjut ke proses hukum. Pemerintah rupanya lebih memilih mengesahkan kubu yang ingin membawa Golkar berada di pemerintahan yakni Agung Laksono.

Ical cs gugat ke pengadilan negeri dan PTUN. Selama proses panjang di jalur hukum itu, proses politik terus berjalan. Wapres Jusuf Kalla (JK) sampai turun tangan menengahi konflik.

Presiden Jokowi juga sempat memanggil Ical dan Agung ke istana untuk mendamaikan keduanya. Ical, Agung dan JK bahkan sempat tanda tangan kesepakatan demi menyelamatkan Golkar yang ingin ikut pilkada serentak. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP