Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ipar Ani SBY jadi pimpinan DPR, Demokrat masih ngaku penyeimbang

Ipar Ani SBY jadi pimpinan DPR, Demokrat masih ngaku penyeimbang Partai Demokrat konpers walk out sidang paripurna RUU Pilkada. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rapat paripurna DPR soal paket pimpinan DPR berlangsung alot dan panas, Rabu (1/10). Pasalnya, kubu Koalisi Merah Putih dan kubu pendukung Jokowi-JK memiliki kepentingan yang sama, yakni mengajukan paket pimpinan DPR.

Dalam UU MD3 disebutkan untuk mengajukan paket pimpinan DPR minimal harus dilakukan oleh lima fraksi yang berbeda. Fraksi parpol yang berada di Koalisi Merah Putih berjumlah lima fraksi yakni; Gerindra, Golkar, PKS, PAN dan PPP.

Sementara, fraksi parpol yang ada di koalisi pendukung Jokowi-JK berjumlah empat fraksi yakni; PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura. Lantas dimana posisi Partai Demokrat?

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu awalnya belum menentukan sikap apakah ke parpol barisan Prabowo atau ke barisan Jokowi. Sejumlah lobi pun dilakukan oleh para elite PDIP dan parpol pendukung Jokowi-JK.

Namun sayang, keinginan para elite PDIP dan parpol pendukung Jokowi-JK untuk bertemu SBY tak digubris. Informasinya, saat bertemu dengan Jokowi pada Selasa malam lalu, SBY bersedia Demokrat bergabung dengan Jokowi-JK asal Megawati Soekarnoputri yang langsung bicara kepada SBY.

Setelah melalui proses yang alot, Demokrat akhirnya memutuskan bergabung dengan Koalisi Merah Putih. Alhasil, hanya Koalisi Merah Putih saja yang bisa mengajukan paket pimpinan DPR dengan komposisi 6 fraksi.

Sementara, koalisi Jokowi-JK yang hanya berisi 4 fraksi tak memenuhi syarat dan memilih walk out. Kursi pimpinan DPR pun dikuasai Koalisi Merah Putih. Demokrat mendapat jatah wakil ketua DPR yang diisi oleh adik ipar Ani Yudhoyono, Agus Hermanto.

Meski demikian, partai berlambang Mercy itu tetap saja masih malu-malu mengakui bergabung dengan kubu Koalisi Merah Putih. Demokrat menegaskan tetap sebagai penyeimbang dan bukan anggota Koalisi Merah Putih.

Demokrat mengaku juga bakal mendukung pemerintahan Jokowi-JK jika program-programnya pro rakyat.

"Saya pikir tidak ada niatan yang buruk bagi kita, posisi kita penyeimbang yang baik. Jika program pemerintah baik kita dukung, Demokrat menjaga kepemimpinan Pak SBY, kalau ada yang kurang kita perbaiki agar bangsa ini berkembang dan dihargai dunia, demokrasi tetap berjalan," ujar Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/10).

Ibas membeberkan Demokrat ikut dalam paket bersama Koalisi Merah Putih karena punya komunikasi yang baik dan efektif. Namun dia mengakui Demokrat dan Jokowi juga berhubungan dengan baik.

"Kita terus menjalin komunikasi yang bagus. SBY berfikir positif, dan berhubungan baik dengan Jokowi," kata dia.

Menjadi parpol penyeimbang adalah alasan yang kerap dilontarkan oleh Demokrat sejak pelaksanaan pilpres lalu. Saat itu Demokrat tak menegaskan mendukung Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta.

Setelah pilpres usai dan Jokowi-JK ditetapkan sebagai pemenang, Demokrat juga tetap mengaku akan menjadi partai penyeimbang. Lantas sampai kapan alasan menjadi parpol penyeimbang akan didalilkan Demokrat?

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP