Intervensi bikin Jokowi pusing pilih menteri
Merdeka.com - Pengumuman calon menteri oleh Presiden Joko Widodo terus molor. Adanya intervensi ditengarai menjadi penyebab Jokowi tak taktis mengambil keputusan.
Tarik menarik dalam tubuh Koalisi Indonesia Hebat tidak terlepas dari laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat ada 8 nama calon yang memiliki rekam jejak bermasalah.
Ketua KPK Abraham Samad bahkan secara tegas menyarankan agar Jokowi tidak memilih calon yang diberi tanda merah dan kuning. Namun Samad merahasiakan nama-nama tersebut.
"Ada 8 nama yang tidak diperbolehkan, tidak bisa disebutkan," kata Jokowi di halaman Istana Negara Jakarta, Rabu (22/10).
Hingga kemarin Jokowi kembali memanggil sejumlah nama seperti Marwan Jafar, Ferry Mursyidan Baldan, dan Bos Susi Air Susi Pudjiastuti. Namun belum dapat dipastikan jika nama-nama itu akan dipilih Jokowi.
Berikut sejumlah orang yang menilai Jokowi mendapat intervensi memilih menteri:
Ray nilai banyak titipan menteri ke Jokowi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDirektur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai banyak hal yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kunjung mengumumkan nama menterinya. Salah satunya adalah karena ada tarik ulur dalam internal partai pendukung."Jokowi juga menghadapi 7 sumber yang mempengaruhinya, pertama partai sendiri, partai koalisi, KPK dan PPATK, tim transisi yang diwakili tiga orang Hasto, Andi Widjajanto dan Rini Soemarno, elemen civil society seperti kita," kata Ray di Restoran Tong Tji gedung Menteng Huis Jl Cikini Raya, Jakarta, Kamis (23/10).Selain itu, pengaruh Wakil Presiden Jusuf Kalla juga signifikan. Menurutnya, JK kemungkinan besar telah menyodorkan beberapa nama pada Jokowi. "Terakhir adalah dirinya Pak Jokowi sendiri," paparnya.Dia berharap Jokowi tidak perlu terpengaruh dari kelompok-kelompok di atas sekaligus tidak terburu-buru untuk memutuskan komposisi kabinet. Jokowi memiliki waktu 14 hari pasca dilantik oleh MPR."Kami sendiri agak khawatir Pak Jokowi semakin kepepet karena 6 sumber kelompok tadi. Jadi menurut kami agak lambat tidak apa-apa asal hasilnya bagus dan bebas dari agen neolib," tegasnya.
Ruhut sebut Jokowi direcoki tunjuk menteri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Jokowi hingga saat ini, belum mengumumkan menteri-menteri yang akan membantu dalam kabinetnya. Kemarin ada rencana untuk mengumumkan menteri-menteri, di Dermaga terminal 3 Tanjung Priok Jakarta Utara. Namun rencana itu pun batal terlaksana.Anggota fraksi partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, Presiden Jokowi urung mengumumkan menteri-menteri karena terlalu direcoki oleh partai pendukungnya."Jokowi bukan kacang lupa kulitnya, jadi jangan direcoki harus dari partai pendukungnya," kata Ruhut di Cikini Jakarta, Kamis (23/10).Ruhut meminta kepada partai pendukung Presiden Jokowi, agar tidak mengganggu Jokowi untuk pemilihan menteri. Dia menilai Jokowi lebih tahu siapa saja yang baik dan bersih untuk dijadikan pembantu pemerintahannya."Kalo menurut saya partai-partai pendukung percayakanlah sama dia (Jokowi)," kata Ruhut.Menurut Ruhut, pengumuman menteri-menteri oleh Jokowi akan lebih cepat jika tidak direcoki oleh partai pendukung. Seharusnya partai pendukung Jokowi mendukung keputusan Jokowi."Kalo nggak direcoki saya rasa pak Jokowi cepet, pak Jokowi harus didukung lah sama partai-partai pendukungnya, kasian lah dia," ujar Ruhut.
Terjadi ketegangan Cak Imin dan Jokowi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tanpa sebab jelas menyatakan mundur dari calon menteri. Belum diketahui alasan Cak Imin mundur dari bursa menteri.Menurut Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, apa yang terjadi dengan Cak Imin mungkin karena ada tarik menarik dengan Jokowi dan tidak ada kata sepakat. Cak Imin yang merupakan Ketum PKB tetap ingin menjadi menteri dengan merangkap jabatan, sedangkan Jokowi menegaskan hal itu tidak boleh."Ada tarik menarik Jokowi dengan Cak Imin, ini sangat dinamis," kata Hanta kepada merdeka.com, Rabu (22/10).Yang menarik, lanjut Hanta, pernyataan mundurnya Cak Imin setelah KPK mengembalikan daftar calon menteri ke Jokowi. KPK telah memberikan warna merah dan kuning bagi daftar nama yang terindikasi atau berpotensi korupsi."Sebetulnya ada dua hal. Pertama Jokowi ingin berniat baik untuk mencari menteri bersih dan kedua sekaligus melakukan screening kepada calon yang tidak dikehendaki. Sehingga ada orang yang tereleminasi," katanya.Meski demikian, Hanta enggan berspekulasi apakah mundurnya Cak Imin dapat merusak Koalisi Indonesia Hebat. "Lihat ke depan komunikasi selanjutnya," ucapnya.Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin disebut-sebut salah satu nama kandidat menteri yang diajukan oleh PKB. Namun, setelah Jokowi dilantik, Cak Imin tiba-tiba memutuskan untuk menjadi ketua umum saja.
PDIP akui ada tarik menarik di internal soal menteri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) batal mengumumkan kabinetnya di Tanjung Priok semalam. Padahal, sejumlah persiapan dan anggaran sudah dikucurkan untuk melancarkan agenda tersebut.Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengakui jika ada tarik menari di internal terkait menteri yang disusun Jokowi. Menurut dia, hal itu wajar terjadi sehingga menteri belum bisa diumumkan."Selalu ada tarik menarik, kalau tidak ada maka tidak menarik," kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/10).Hendrawan membantah ada transaksi dalam proses pemilihan menteri. Dia menegaskan, bukan transaksi, tetapi mencari tim yang tepat untuk bekerja di pemerintahan dengan baik."Bukan transaksi mencari the winning team, bahasa yang lebih tepat membangun komitmen kebersamaan," tegas dia.Termasuk dengan catatan merah yang diberikan KPK kepada menteri Jokowi, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Jokowi batal mengumumkan kabinetnya semalam. "Soal Pak Jokowi 8 tidak bisa jadi menteri, maka berarti Pak Jokowi mencari nama lain. Sudah diantisipasi, maka Pak Jokowi menyerahkan nama yang lebih besar," ujarnya.
Â
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya