Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini sederet alasan Lulung ogah diduetkan dengan Ahok di Pilgub 2017

Ini sederet alasan Lulung ogah diduetkan dengan Ahok di Pilgub 2017 Haji Lulung diperiksa Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung memberikan respons negatif terkait wacana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menduetkan dirinya dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 mendatang.

Lulung mengungkapkan beberapa alasan mengapa dia enggan diduetkan dengan Basuki untuk memimpin ibu kota. Selain itu, dia mengatakan konstituennya pun akan menolak bila harus disandingkan dengan mantan politisi Gerindra ini.

"Tapi pasti Pak Ahok tidak mau. Konstituen pasti nolak. Apa yang terjadi dalam putusan partai asal jangan sama Ahok," kata Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Dia menambahkan ada beberapa alasan mengapa da tidak mau digandengkan dengan Ahok. Salah satunya adalah karena karakter Ahok yang dinilai tidak punya tata krama. Buktinya, terlihat dari kekalahan adik Ahok, Basuri Tjahaja Purnama dalam Pilkada Bangka Belitung 9 Desember lalu.

Lulung menuding kekalahan itu adalah buah dari sikap buruk Basuki dalam memimpin DKI Jakarta, sehingga berpengaruh pada suara masyarakat Bangka Belitung dengan tidak memilih Basuri. "Di Bangka Belitung, adiknya kalah, itu warning akibat ahok yang tidak punya tata krama," tegas politisi berlambang Ka'bah ini.

Alasan kedua, katanya, karena pria yang akrab disapa Ahok ini sedang dalam pantauan penegak hukum terkait dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras yang diketahui merugikan anggaran daerah sebesar Rp 191 miliar.

"Saya juga tidak mau karena Pak Ahok sedang pengamatan masalah hukum di KPK," lanjut Lulung.

Terakhir, lanjut dia, Ahok dinilai tidak becus mengurus Jakarta. Contoh, penyerapan anggaran di DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2015 sangat rendah yakni hanya sebesar 39 persen.

"Contoh anggaran belanja Rp 69 triliun diberikan ke dia masa cuma 39 persen terserap. Keberhasilan enggak ada pak Ahok ngomong gede, kerja kagak," tutupnya saat dikonfirmasi.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP