Ini penjelasan Sandiaga soal video Anies bagi-bagi sembako
Merdeka.com - Pasangan calon Anies-Sandi dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dilaporkan ke Bawaslu karena diduga melakukan praktik politik uang dengan membagi-bagikan sembako, Senin (17/4) malam. Ketiganya dilaporkan Yan Warinson dan Jonson Simalango (para pelapor) didampingi Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI). Saat melaporkan, para pelapor juga menyerahkan video sebagai bukti kepada Bawaslu DKI.
Sandiaga Uno pun angkat bicara. Dia menjelaskan video Anies Baswedan membagikan sembako bukan politik sembako yang tengah ramai diperbincangkan. Video itu, kata dia, merupakan rekaman kegiatan kampanye Anies di putaran pertama.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, video tersebut merupakan acara yang menjelaskan program Anies-Sandi yang memutus mata rantai distribusi. Peristiwa itu pun terjadi pada akhir Desember 2016.
"Kami diundang dalam sebuah acara yang adanya bulan Desember. Itu program yang merupakan bagian dari memutus rantai distribusi," kata Sandiaga di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/3).
Sandiaga menjelaskan acara tersebut merupakan pasar murah yang menjual sembako dengan harga murah. Misalnya harga beras yang semula Rp 113.000 menjadi Rp 88.000 untuk setiap 5 kg beras.
"Sehingga sembako yang harga-harganya mahal karena kebijakan pemprov yang tidak bersahabat sama pengadaan sembako. Dengan harga terjangkau itu bisa tersolusikan," terang Sandiaga.
Penyelenggara itu pun berasal dari tim pemennangan dan para paslon diundang dalam acara tersebut. Sejumlah awak media pun hadir meliput kegiatan tersebut.
"Itu bagian dari tim pemenangan, dari tim kampanye. Tapi kami hadir sebagai undangan," kata Sandiaga.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya