Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini nasihat dewan pakar ke Anies-Sandi usai debat cagub di tv swasta

Ini nasihat dewan pakar ke Anies-Sandi usai debat cagub di tv swasta Anies-Sandiaga. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai menghadiri talkshow bertajuk 'Rosi dan Kandidat Pilgub DKI Jakarta' semalam, paslon nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno langsung menemui tim dewan pakar. Pertemuan dengan para dewan pakar tim pemenangan Anies-Sandi itu membahas evaluasi debat kandidat tersebut.

"Hari ini saya dan Mas Anies dapat brief tentang pendapat ahli komunikasi dan bahasa tubuh mengenai hasil debat kemarin," kata Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno usai pertemuan di Gedung Recapital Building, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/12).

Secara keseluruhan dua dewan pakar Anies-Sandi yakni Alwi Dahlan dan Ida Sudoyo menilai memberikan penilaian yang positif. Dewan pakar Anies-Sandi mengatakan kandidat yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini mampu mewakili dan menyatukan masyarakat Jakarta yang beragam.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengatakan kedua dewan pakarnya pun memberikan beberapa catatan-catatan. Ada beberapa usulan yang diajukan kepada Anies dan Sandiaga setelah mengikuti acara debat semalam.

"Ada beberapa usulan dari bahasa tubuh, bahwa 70 persen dari sebuah komunikasi dan debat itu di bahasa tubuh. Awal-awal kami terlihat canggung agak terburu-buru tapi di akhir-akhir terutama di 2/3 bagian debat terlihat kami menguasai isu dan justru dari Pak Basuki dan Djarot terkesan defensif," ungkap Sandiaga.

Tak hanya itu, tim dewan pakar juga memberikan beberapa masukan secara khusus untuk Cagub Anies Baswedan. Yakni tentang penampilan dan latar belakang Anies yang berasal dari suku jawa.

"Ada catatan lagi bahwa Mas Anies harus menampilkan lebih side kejawaannya. Dia orang jawa tetapi karena banyak pemilih dari jawa, jadi simbol-simbol kejawaan Mas Anies coba diangkat," tutur Sandiaga.

Sandiaga melanjutkan catatan kedua yang diterimanya adalah cara mengukur reaksi penonton selama debat tersebut.

"Alhamdulillah selama debat kami terus berada di zona positif. Itu yang membuat kami sedikit lega. Karena walaupun isunya isu-isu yang sangat susah tetapi masyarakat menerimanya secara positif untuk Anies-Sandi," lanjut Sandiaga

"Terakhir kita ada beberapa debat lagi ke depan. Tentunya kami akan persiapkan lagi lebih baik. Kemarin performancenya jauh lebih baik dari debat sebelumnya, jadi kita harapkan jadi batu loncatan yang baik untuk perdebatan selanjutnya yang kita sudah canangkan bahwa kita akan hadir di tiap debat dan kita akan tampilkan kepemimpinan yang mempersatukan," sambung Sandiaga.

Selain itu, Anies dan Sandi juga diminta untuk pertajam isu. "Hanya penajaman (isu) karena secara substansi kami menguasai dan isu itu isu yang dibutuhkan masyarakat. Lapangan pekerjaan yang lebih baik, pendidikan terjamin dan biaya hidup yang semakin hari semakin tinggi," ujar Sandiaga.

Tak hanya itu pria yang akrab disapa Bang Sandi itu pihaknya menawarkan kepemimpinan yang mewakili seluruh masyarakat terutama wong cilik, rakyat kecil. "Ini yang kami sebut sebagai income divide. Sebuah jurang yang semakin hari semakin lebar antara si kaya dan si miskin," ujar Sandi.

"Kita tidak mau mengeksploitasi kemiskinan tapi kenyataannya orang yang masih di angka pra sejahtera menyampaikan keluhannya bahwa mereka enggak melihat pemprov fokus meningkatkan kesejahteraan mereka," sambung Sandi.

Karenanya Politisi Partai Gerindra itu mengatakan pihaknya akan fokus menunjukkan bahwa paslon nomor urut 3 memiliki niat yang tulus untuk mengatasi kemiskinan dan banyaknya pengangguran di Jakarta. Terlebih data-data dan angka-angka yang diperolehnya menunjukkan hasil yang berbeda.

"Bahwa kita peduli terhadap lapangan pekerjaan yang semakin sulit untuk warga kelas menengah ke bawah juga ada kenyataan ketimpangan yang terjadi itu real dan itu lebih dari sekedar data-data dan angka-angka," tutur Sandiaga.

Sandiaga melanjutkan antara data dan angka keduanya menunjukkan dua hal yang berbeda. Data dan angka-angka yang sah bisa menunjukkan ketimpangan itu hadir. Data-data yang dipakai juga bisa menunjukkan ada progres ada.

"Tetapi lebih ke orang yang memiliki akses terhadap peluang tersebut. Jadi seperti yang kita bilang yang kaya makin kaya, sementara lapisan masyarakat yang bawah merasa tidak terayomi," lanjut Sandiaga.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP