Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kata Wiranto soal nasib pasangan WIN-HT

Ini kata Wiranto soal nasib pasangan WIN-HT Rapimnas Partai Hanura. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Jauh-jauh hari Partai Hanura sudah mendeklarasikan capres-cawapresnya, Wiranto - Hary Tanoesoedibjo atau dikenal dengan WIN-HT. Bahkan deklarasi pasangan itu dilakukan sebelum pemilihan legislatif. Langkah Hanura itu dinilai sebagian kalangan cukup berani karena belum diketahui perolehan suaranya.

Setelah pileg bergulir, ternyata suara Hanura jauh dari target. Hasil hitung cepat Hanura hanya memperoleh 5 persen suara. Tentu saja hanya bermodalkan 5 persen, Hanura tak bisa mencalonkan pasangan WIN-HT bertarung dalam pilpres Juli mendatang.

Dalam undang-undang pilpres, syarat partai politik atau gabungan partai politik untuk mengajukan capres-cawapres harus mendapatkan 25 persen suara nasional atau 20 persen menguasai kursi DPR.

Setelah dua pekan usai pileg, Hanura tak kunjung mendapatkan teman koalisi untuk mengusung pasangan WIN-HT meski Wiranto mengaku sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah elite partai. Wiranto telah bertemu Hatta Rajasa, Jokowi, Aburizal Bakrie dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada Selasa (6/5) kemarin, Hanura telah menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas). Dalam rapimnas itu juga tak membahas secara khusus soal pasangan capres-cawapres Hanura, WIN-HT. Keputusan akhir rapimnas malah menyerahkan kepada Wiranto untuk menyerahkan arah koalisi Hanura.

Saat ditanya soal nasib pasangan WIN-HT, Wiranto seperti menjawab ogah-ogahan. Dia malah menjelaskan soal langkah politik Hanura usai pileg.

"Intinya kita sudah rapimnas. Keputusannya menyerahkan sepenuhnya untuk melanjutkan komunikasi politik dan memutuskan ke mana Hanura akan beri dukungan," kata Wiranto di Balai Sudirman, Rabu (7/5). (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP