Ini cara tim kampanye 'Ridho' tarik dukungan warga Blitar
Merdeka.com - Ketua Biro Kampanye pasangan calon Rijanto dan Marhaenis Urip Widodo, Gatot mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam membuat konsep dan desain alat peraga kampanye (APK) untuk memperkenalkan Pasangan yang menamai diri dengan sebutan 'Ridho' ini.
Pasalnya, dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Blitar digelar dengan calon tunggal. Hal ini, menurutnya merupakan hal yang baru bagi warga Blitar, sehingga perlu adanya penyesuaian baik teknis pencoblosan hingga konten dalam APK.
"Menyadari format sangat berbeda semua kini sudah dimasuki dan kami kembalikan ke masyarakat, soal masyarakat ada yang belum tau dan belum paham ya itu enggak mungkin akan beritahu masyarakat semua," kata Gatot kepada Merdeka.com, Blitar, Selasa (8/12).
Selain sistem yang berbeda, menurutnya, permasalahan waktu yang singkat juga menjadi kendala dalam melakukan kampanye pasangan calon 'Ridho' ini.
"Kami karena keterbatasan waktu tim sudah berupaya intinya menjelaskan tata cara pemilih, di hadapan orang banyak untuk meminta tolong menyampaikan ke keluarga dan tetangga," jelasnya.
Agar kampanye pemenangan berjalan efektif meski dalam waktu singkat, Gatot mengungkapkan timnya mencoba menyiasati dengan berbagai cara, yakni salah satunya intens bersilaturahmi dengan warga dan melakukan sosialisasi dengan mobil keliling ke desa-desa.
"Kami siasati dengan ledang atau mobil keliling, 3 desa 1, kendaraan agar bisa menyentuh seluruh dua hari dalam seminggu. Kami lakukan silaturahmi dan agenda yang dibuat masyarakat sendiri, dan terutama soal sosialisasi," ujarnya bercerita.
Seperti diketahui, bila diselenggarakan dengan satu pasangan calon, Blitar otomatis menerapkan sistem referendum, di mana pilihan yang tersedia dalam surat suara hanyalah setuju dan tudak setuju terhadap bakal calon pemimpin daerah ini. Untuk daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Blitar terdapat 964.928 pemilih.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya