Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini cara Jokowi-JK benahi infrastruktur Indonesia

Ini cara Jokowi-JK benahi infrastruktur Indonesia Jokowi-JK tanggapi putusan MK di Taman Suropati. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi - Jusuf Kalla memandang perlunya model pendekatan baru dalam mengelola infrastruktur nasional. Ragam pendekatan tersebut antara lain pertama, infrastruktur harus dipandang secara holistik tidak hanya berhenti pada instrumen pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga berkaitan dengan dimensi pemerataan, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

"Kedua, pembangunan infrastruktur harus melibatkan semua sektor dan tidak parsial. Ketiga, perencanaan pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan konektifitas nasional yang berbasis maritim," ujar Deputi Transisi Jokowi-JK, Akbar Faizal dalam rilis yang diterima merdeka.com, Kamis (21/8).

Akbar menambahkan, yang ke empat yaitu perlu adanya 'big picture' dalam pengelolaan infrastruktur nasional. Kelima, pengelolaan infrastruktur harus melibatkan potensi swasta.

"Pada 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berkisar pada angka 5,8 persen, sedangkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur berkisar pada angka 4-5 persen dari PDB. Bila dibandingkan dengan India dan Tiongkok, investasi infrastruktur di Indonesia boleh dikatakan tertinggal jauh," kata politikus NasDem itu.

Akbar mengatakan sejak tahun 2009 investasi infrastruktur di India sudah mencapai 7% dari PDB, sedangkan di Tiongkok sejak 2005 investasi infrastruktur sudah mencapai 9-11% dari PDB. Tambahan anggaran 1% PDB hanya mendorong 0,17% pertumbuhan ekonomi nasional, sedangkan di India 0,28% dan Tiongkok 0,33%.

Jokowi-JK menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7%/tahun selama kepemimpinannya sampai tahun 2019. Untuk mencapai angka pertumbuhan 7% ini, dibutuhkan investasi infrastruktur setidaknya sebesar Rp 6.500 triliun di mana hanya 25% atau berkisar Rp 1.638 triliun kebutuhan investasi dapat disediakan dari APBN.

"Sedangkan 75% lainnya harus dicarikan pembiayaan dari pihak lain seperti BUMN maupun pihak swasta," tuturnya.

Dalam Nawa Cita (9 Agenda Perubahan), Jokowi-JK berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat, baik di pasar nasional maupun pasar internasional. Sehingga, Bangsa Indonesia bergerak maju seiring pertumbuhan di negara-negara Asia lainnya.

"Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Jokowi-JK berkomitmen untuk membangun infrastruktur, antara lain infrastruktur kelistrikan di mana terjadi penambahan minimal 35 ribu MW (mega watt) listrik untuk menerangi nusantara," ucapnya.

Tak hanya itu, Jokowi-JK akan membangun infrastruktur jalan sekurang-kurangnya 2.000 km. Membangun serta merenovasi sekurang-kurangnya 10 pelabuhan laut dan bandara. Membangun 10 kawasan Industri baru berikut hunian untuk para buruh. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasi pasar tradisional yang telah ada.

Beberapa hal yang akan dilakukan Jokowi-JK untuk memenuhi target pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi komitmennya antara lain, pertama memperbesar ruang fiskal yang berasal dari pengurangan subsidi energi untuk membiayai pengurangan infrastruktur pemerintah. Kedua, mendayagunakan BUMN untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur.

"Terakhir membuat iklim investasi dan skema yang menarik sehingga sektor swasta tertarik untuk melakukan investasi dan mengembangkan proyek-proyek infrastruktur," kata dia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP