Ini alasan Setya Novanto diminta nonaktif
Merdeka.com - Tim Kajian Partai Golkar telah mengusulkan dua rekomendasi untuk menyelamatkan partai berlambang beringin ini jelang Pilpres 2019 mendatang. Selain soal program, permintaan agar Setya Novanto nonaktif menjadi salah satu yang diusulkan ke DPP Partai Golkar.
Wakil Sekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Setya Novanto diharapkan nonaktif untuk fokus kepada kesehatannya. Selain itu, memberikan waktu kepada Ketua DPR itu untuk menyelesaikan proses hukumnya dalam kasus korupsi e-KTP.
"Supaya Pak Setya Novanto fokus pada masalahnya dan kesehatannya maka lebih baik Pak Setya Novanto nonaktif," katanya kepada merdeka.com, Senin (2/10).
Mengenai siapa calon Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Golkar, dia mengaku belum mengetahuinya. Namun, Ace Hasan mengungkapkan, nama Airlangga Hartarto paling sering disebut untuk menduduki posisi pemimpin sementara tersebut.
"Kalau yang paling sering disebut Bang Airlangga ya. Nama yang disebut ya itu," jelasnya.
Rencananya, Partai Golkar akan menyelenggarakan Rapat Pleno untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Tim Kajian. Di mana nantinya dalam rapat tersebut juga akan dilakukan pembahasan pemenangan Pilkada 2018 mendatang.
"Kita belum ada kepastian jam akan mulai. Kita stand by sekitar jam 10, itu udah mulai rapat pemenangan pemilu," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya