Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingin Dongkrak Suara, Ma'ruf Amin Disarankan Bangun Narasi Positif saat Kampanye

Ingin Dongkrak Suara, Ma'ruf Amin Disarankan Bangun Narasi Positif saat Kampanye Maruf Amin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bakal menghabiskan sisa-sisa masa kampanye ke daerah-daerah untuk meraup suara. Mengawali tahun ini, Ma'ruf kembali melakukan safari politik ke sejumlah tempat di pulau Jawa.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu disarankan untuk menggunakan narasi positif yang membangun optimisme. Salah satu alasannya sebagai antitesis narasi politik pesimisme yang dilakukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan timsesnya.

"Kiai Ma'ruf harus bicara optimisme dalam membangun bangsa. Tolok ukur, pijakan dan pondasinya harus berangkat dari kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama hampir lima tahun ini," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa (22/1).

Ujang mencatat beberapa hal terkait cara penyampaian Ma'ruf Amin selama berkampanye. Selama mengkampanyekan keberhasilan Jokowi, Ma'ruf dinilai tidak menggunakan caranya yang halus. Sehingga banyak dikutip media dengan bahasa yang kurang halus. Ma'ruf disarankan mengubah gaya tersebut.

"Tak jarang malah menjadi bahan bully-an, terutama oleh pendukung-pendukung kubu sebelah," kata Ujang.

Ujang juga mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Banten dan Jawa Barat masih perlu kerja ekstra. Dia menyarankan Ma'ruf agar lebih masif melakukan kampanye di dua daerah tersebut dengan mendatangi masyarakat secara langsung.

"Menurut saya, tidak ada kata lain, selain door to door menyapa rakyat dengan lebih masif lagi. Paslon 01 tidak boleh hanya mengandalkan Jokowi untuk berkampanye. Kiai Ma'ruf harus lebih masif lagi. Rakyat Jabar dan Banten perlu sentuhan langsung dari Paslon 01 terutama Kiai Ma'ruf," kata Ujang.

Ma'ruf juga disebut tak hanya berkampanye dengan gaya keulamaannya. Tapi dengan pendekatan program kesejahteraan masyarakat. Hal itu, menurut Ujang, bakal meningkatkan suara.

"Saran saya, serang via darat dengan turun langusung, seriang via udara dengan membangun pencitraan yang positif. Karena bisa saja, elektabilitas Paslon 01 yang di bawah paslon 02 di Jabar dan baten terbentuk karena hoaks. Paparkan konsep kejahteraan.Keluarkan amunisi Jokowi yang sudah berhasil dilakukan terkait keberhasilan program PKH, KIS, KIP, dan lain-lain,” kata Ujang.

Selain itu, lanjut dia, Ma'ruf Amin adalah figur ulama besar NU. Untuk itu memaksimalkan dan mensolidkan jaringan dan akar rumput NU adalah cara yang terbaik untuk menang. Caranya adalah dengan menggiatkan dan mendorong para santri untuk mengembangkan enterpreneur.

"Selain itu, tetap bergerak untuk mengembangkan narasi mencetak entrepreneur muda dan pengembangan UMKM," pungkas Ujang.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP