Ical anggap persoalan Golkar sudah selesai, tolak Munas bersama
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical). Sebelumnya, Jokowi juga memanggil dan melakukan pertemuan secara tertutup dengan Ketua Umum Partai Golkar Munas Ancol Agung Laksono.
Ical menjelaskan, pada tanggal 30 Desember yang lalu Menkum HAM melakukan pencabutan terhadap SK Menkum HAM sebelumnya tentang pengesahan DPP Partai Golkar Munas Ancol. Selanjutnya PN Jakarta Utara dan Pengadilan Tinggi Jakarta telah memutuskan bahwa yang sah adalah Munas Bali.
"Karena itulah maka kami menganggap persoalan sudah selesai. Karena persoalan Golkar sudah selesai maka barulah kami datang menghadap kepada Bapak Presiden," kata Ical di Istana, Jakarta, Senin (11/1).
Ical menegaskan, tidak ada Munas bersama seperti yang diusulkan Agung Laksono. Menurutnya, rencana Munas bersama adalah mengada-ada lantaran tidak ada dalam AD/ART partai.
"Jadi menurut AD ART, munas bersama tidak ada lagi, mau bersama dengan siapa. Karena yang Munas Ancol sudah dicabut sehingga tidak ada lagi legalitas, tidak bisa," jelas Ical.
Kedua, tegas Ical, dalam AD/ART dikatakan Munas bersama tidak pernah ada. Yang ada adalah Munaslub dan hanya bisa dilaksanakan atas permintaan 2/3 dari 34 DPD Provinsi seluruh Indonesia.
"Sehingga dengan demikian maka kalau ada sejumlah 24 DPD Provinsi seluruh Indonesia yang meminta, baru bisa dilakukan Munaslub. Jadi Munas bersama tidak bisa, Munaslub gagal dilaksanakan agar kita menghormati suatu AD ART, seperti dalam negara kita menghormati UUD dan UU," tutup Ical.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya