'HT gunakan final X-Factor untuk popularitas Wiranto'
Merdeka.com - Fatin Shidqia keluar menjadi juara pada kontes menyanyi X-Factor yang ditayangkan di RCTI, semalam. Gadis yang mengenakan hijab ini berhasil menumbangkan lawan beratnya Novita Dewi.
Di tengah kemeriahan perayaan kemenangan oleh para pendukung Fatin, tiba-tiba Master of Ceremony (MC) menyebut nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto untuk menyerahkan hadiah kepada sang pemenang.
Mendengar namanya dipanggil, dengan mengenakan pakaian hitam berlengan panjang, Wiranto langsung naik ke atas panggung dan menyalami sang pemenang. Sesuai arahan MC, Wiranto menyerahkan hadiah secara simbolis tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Kehadiran Wiranto menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi dia diberikan kesempatan untuk menyerahkan hadiah kepada sang juara. Padahal, mantan Panglima ABRI ini tidak menduduki posisi atau jabatan apa pun di RCTI maupun di MNC Group.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto menilai, kemunculan Ketua Umum Partai Hanura di ajang tersebut merupakan political publicity. Di mana, seorang figur politik dipublikasikan melalui sebuah acara hiburan demi meraih popularitas tanpa mengeluarkan biaya.
"How to make popularity, dan panggung X-Factor itu saya kira itu ditonton jutaan rakyat Indonesia. Itu salah satu magnitude industri hiburan meski tidak bawa-bawa nama partai, tapi Wiranto terpublikasikan," kata Gun Gun saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (25/5).
Tentu, kemunculannya dalam sebuah acara hiburan tersebut tak lepas dari keberadaan bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo (HT) selaku kader dan pengurus Partai Hanura. Tanpa dukungan HT, jika ingin tampil di layar kaca, Wiranto dan partainya tentu harus mengeluarkan biaya besar untuk tampil.
"Ini bagian mutualis simbiosis. Dengan power atau resources yang dimiliki HT pada media grupnya. Dan itu akan semakin intensif, panggung-panggung media HT akan jadi ruang publikasi bagi Hanura dan Wiranto ," tandasnya.
X-Factor merupakan salah satu acara yang digemari kalangan muda di seluruh Tanah Air. dengan munculnya Wiranto pada acara tersebut, tidak menutup kemungkinan Wiranto dalam merangkul pemilih-pemilih muda dan pemula.
Gun Gun menambahkan, pada pemilu 2014 mendatang, pemilih pemula memiliki jumlah yang sangat signifikan dalam mempengaruhi tingkat suara. Dari 190 juta pemilih yang terdata di Badan Pusat Statistik (BPS), 40 sampai 50 juta di antaranya akan pertama kali ikut dalam Pemilu.
"Sangat punya keuntungan meski cuma tampil 10 sampai 15 menit. Seperti yang dialami Aher saat masuk acara Dahsyat. Itu sangat biasa dilakukan," ujarnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya