Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gus Yahya: Jangan Gunakan NU sebagai Senjata dalam Kompetisi Politik

Gus Yahya: Jangan Gunakan NU sebagai Senjata dalam Kompetisi Politik Yahya Cholil Staquf. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meminta partai politik tidak menggunakan identitas NU demi kepentingan Pemilu. Sosok yang biasa disapa Gus Yahya menegaskan NU milik seluruh Bangsa Indonesia.

"Untuk semua partai, jadi NU itu ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik, karena kalau kita biarkan terus-terus begini ini tidak sehat," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Senin (23/5).

Gus Yahya meminta agar agama, khususnya Islam, tidak dieksploitasi untuk kepentingan parpol. Sebab, hal itu membuat NU tidak sehat. Ia menegaskan NU tidak mau menjadi alat politik parpol mana pun.

"Saya ingin sampaikan di sini bahwa kita tidak mau, kita mohon jangan pakai politik identitas, terutama identitas agama, termasuk identitas NU," imbaunya.

Hubungan NU dan PKB

Ia mengingatkan NU tidak untuk parpol tertentu. "Tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik, NU ini selalu untuk bangsa," ujarnya.

Sementara itu, ditanya soal dugaan merenggangnya hubungan PBNU dengan PKB, Gus Yahya menegaskan tak pernah menyatakan apa pun yang bisa merenggangkan atau memberi pengaruh negatif terhadap PKB.

"Kita kan gak ngapa-ngapain, kita kan gak melakukan apa, saya tidak memberikan pernyataan apa pun yg katakanlah berisi negatif soal siapa pun, apalagi PKB. Kalau ada mengatakan renggang ya mereka yang merenggangkan diri," pungkasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat/Liputan6.com.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP