Gus Ipul berang dituding 'copet' partai pendukung Khofifah
Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, berang dituding telah mencaplok dua partai politik pendukung pasangan lain. Gus Ipul mengklaim, dua Parpol yang memberi dukungan ganda itu, lebih dulu mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013.
Dua partai nonkursi yang memberi dukungan ganda itu adalah, Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).
Seperti diketahui, pada 14 Mei lalu, saat pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur di Jalan Tenggilis Surabaya, dua Parpol gurem tersebut ikut mendaftarkan dukungannya. Pun begitu, saat pasangan KarSa mendaftar pada 19 Mei, di hari terakhir pendaftaran, kedua partai gurem itu kembali ikut mendaftar.
Mengetahui adanya dukungan ganda dari PK dan PPNUI ini, beberapa tokoh, termasuk KH Hasyim Muzadi beberapa waktu lalu, menilai aksi 'copet' yang dilakukan KarSa, melanggar etika politik. Bahkan, pengasuh Ponpes Al Hikam ini menganggap, KarSa takut berhadapan dengan Khofifah-Herman di Pilgub Jawa Timur yang digelar pada 29 Agustus mendatang tersebut.
"Yang merebut partai itu ya siapa? Jangan dipelintir seakan-akan KarSa ini mengambil partai pendukung calon lain. Saya tegaskan lagi, saya juga mengklarifikasi ke publik terkait masalah ini, agar tidak ada lagi anggapan kalau KarSa soalah-olah memotong partai pendukung pasangan lain," tegas Gus Ipul di sela acara Rapat Kerja Dai Ya Ibad se-Indonesia 2013 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/5)
Gus Ipul kembali menegaskan, tidak ada potong-memotong partai. "PK dan PPNUI, pada awalnya, ingin mendukung KarSa dalam rangka membangun hubungan baik. Kalau sekarang ada dukungan dobel, kita serahkan keputusannya ke KPU Jatim, untuk melakukan verifikasi keabsahan dukungan tersebut," beber dia dengan mimik wajah sedikit kesal.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar semua dukungan jangan dipelintir seakan KarSa hendak mengambil semua partai pendukung pasangan lain. "Yang namanya pendekatan. Kita sudah melakukan pendekatan ke beberapa partai, termasuk ke PDIP. Malah PDIP ingin mengusung calonnya sendiri, yaitu Bambang DH, kita hormati dan hargai keputusan partai. Kita ucapkan selamat dan bersaing dengan sehat," katanya.
Tak hanya ke partai berlambang kepala banteng moncong putih, KarSa melakukan pendekatan intensif sebelum pendaftaran ke KPU, pasangan incumbent ini juga sempat melakukan pendekatan ke kubu PKB yang telah merekomendasikan Khofifah sebagai calon peserta Pilgub Jawa Timur. "Tapi, PKB memutuskan mendukung Khofifah. Kita hargai, gak ada masalah. Jadi, kalau nanti ada partai mendukung KarSa, ya tolong dihargai," harap dia.
Sedangkan terkait masalah isu aliran dana kuota impor daging sapi dengan aktor Ahmad Fathanah, yang konon mengalir Rp 4 milyar ke kantong KarSa untuk kepentingan kampanye Pilgub Jawa Timur, Gus Ipul kembali membantahnya. Kendati Partai Keadilan Sejahtera, merupakan salah satu Parpol pendukung KarSa jilid dua, bukan berarti kasus daging sapi impor itu harus dikait-kaitkan dengan KarSa.
"Tidak ada aliran dana dari Fathanah, siapa itu yang menyebut. Itu tidak ada logikanya. Kemarin kan sudah saya katakan. Gini loh, Jaka Sembung naik becak, gak nyambung cak," pungkasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya